Malang – Hotel Niagara yang berdiri megah di kawasan Lawang, Kabupaten Malang, kembali menjadi perbincangan warganet setelah video-video bertema horor tentang hotel ini viral di media sosial. Disebut sebagai hotel angker, bangunan berarsitektur kolonial ini menyimpan sejarah panjang yang tak kalah menarik dari kisah mistisnya.
Terletak di Jalan Dr. Sutomo No. 63, Lawang, hotel ini sudah berdiri sejak lebih dari satu abad lalu. Dibangun pada tahun 1918, Hotel Niagara awalnya merupakan vila pribadi milik seorang saudagar keturunan Tionghoa bernama Liem Sian Joe. Arsitek asal Brasil, Frits Joseph Pinedo, dipercaya membangun vila tiga lantai tersebut dengan memadukan gaya arsitektur Brasil, Eropa, dan Tiongkok.
Pada awal 1920-an, keluarga Liem hijrah ke Belanda dan meninggalkan vila tersebut dalam kondisi kosong. Barulah pada tahun 1960, bangunan ini dibeli oleh Ong Kie Tjay, dan mulai dioperasikan sebagai hotel secara resmi pada tahun 1964.
Meski sudah beroperasi lebih dari 60 tahun, interior hotel ini nyaris tak banyak mengalami perubahan. Dari total 26 kamar yang ada, hanya sekitar 15 kamar yang digunakan untuk menyambut tamu. Tiap kamar memiliki ukuran besar, sekitar 5x6 meter persegi, dengan langit-langit tinggi khas bangunan era kolonial.
Namun nama besar Hotel Niagara tak hanya melekat karena nilai sejarahnya. Hotel ini juga dikenal luas karena cerita-cerita mistis yang berkembang, terutama sejak viralnya video pengalaman horor yang diunggah oleh seorang tamu ke TikTok pada Maret 2021.
Ruang tengah dari Hotel Niagara yang kental nuansa kolonialnya. (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Dalam video tersebut, dua orang tamu disebut menginap di kamar 303. Mereka dilaporkan tiba-tiba membatalkan kunjungan dan berlari keluar sambil tertawa tanpa alasan yang jelas. Video itu pun menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi soal keberadaan “penunggu” di hotel tersebut.
Pihak manajemen hotel membantah adanya kejadian supranatural. Ongko Budihartanto, General Manager sekaligus ahli waris pemilik hotel, menyebut video itu dibuat hanya untuk mendongkrak sensasi di media sosial. Ia memastikan bahwa selama dua dekade mengelola hotel, tidak pernah ada laporan gangguan mistis dari tamu.
Meski begitu, cerita-cerita seram terus bermunculan. Salah satu yang paling populer adalah legenda tentang “Three Beautiful Ghosts”, tiga sosok perempuan Belanda yang dikabarkan sering terlihat berjalan di lorong lantai tiga pada malam hari.
Ada pula kisah tentang arwah perempuan Belanda di lantai empat yang konon bunuh diri karena patah hati. Penampakannya disebut kerap muncul di kamar dan atap hotel. Tak hanya itu, ruang bawah tanah hotel juga dikabarkan menyimpan aura mistis, karena diduga pernah digunakan pada masa kolonial sebagai tempat penyiksaan.
Tampak dari depan Hotel Niagara (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Cerita lainnya menyebut bahwa kamar mandi umum di lantai tiga tak boleh digunakan pada tengah malam. Beberapa orang mengaku pernah mendengar suara tangisan anak kecil dengan kepala terbalik di tempat tersebut.
Terlepas dari berbagai cerita menyeramkan itu, Hotel Niagara tetap menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana kolonial yang autentik. Dengan tarif mulai dari Rp 163 ribu per malam, hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang unik dan penuh sejarah. Di platform Agoda, hotel ini mendapat rating 6,2 dari 10, sementara di Tripadvisor, ratingnya mencapai 4 dari 5.
Sebagai salah satu bangunan heritage yang masih beroperasi di Malang Raya, Hotel Niagara bukan hanya menjadi saksi sejarah kolonial, tapi juga cermin bagaimana cerita rakyat dan media sosial dapat membentuk narasi baru di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung