Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 15 JULI 2025 • 21:31 WIB

Hari Anak Nasional 2025 di UM: Bangun Generasi Emas, Hadapi Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional 2025 di UM: Bangun Generasi Emas, Hadapi Tantangan Era DigitalPeringatan HAN di 2025 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Selasa (Pemkot Malang)

Malang — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 digelar meriah di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (15/7/2025). Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, serta Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita. Ratusan siswa dan guru dari berbagai sekolah di bawah naungan UM turut memeriahkan kegiatan bertema "Membangun Generasi Emas: Perlindungan Anak dan Penguatan Karakter di Era Digital."

Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menekankan bahwa pemerintah serius dalam melindungi anak-anak Indonesia dari dampak negatif kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan. Ia menegaskan pentingnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam penggunaan teknologi. “Kami mendorong sinergi lintas sektor agar pemanfaatan teknologi tetap berpihak pada manusia, dilakukan secara etis, dan berkeadilan,” ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Malang Salurkan 968 Seragam Gratis kepada Siswa SMP

Pratikno juga menyampaikan bahwa upaya pemerintah meliputi peningkatan literasi digital, perlindungan kelompok rentan dari kekerasan siber, serta pelestarian budaya lokal agar tetap relevan di tengah kemajuan zaman. “Mari kita ajak anak-anak Indonesia menjadi pribadi yang cerdas dan bijak dalam berteknologi, serta mendorong mereka untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menjelaskan bahwa peringatan HAN tahun ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, tidak hanya terpusat di satu lokasi. Empat kegiatan utama digelar serentak: senam bersama, permainan tradisional, menyanyikan lagu nasional dan daerah, serta mendongeng kisah para pahlawan nasional.

Menurutnya, menghidupkan kembali permainan tradisional merupakan strategi untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Ia mengungkapkan bahwa hasil kajian menunjukkan banyak kasus kekerasan anak dipicu oleh pola asuh yang kurang tepat, penggunaan teknologi yang tidak bijak, serta pengaruh lingkungan. “Per Juli 2025, sudah lebih dari 15 ribu kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan. Kami terus mengupayakan pendampingan dan perlindungan bagi mereka,” jelas Arifah.

Sementara itu, Rektor UM Hariyono menegaskan bahwa kampusnya berkomitmen menciptakan lingkungan ramah anak sebagai bagian dari kontribusi membangun masa depan bangsa. “Anak adalah energi keluarga dan aset bangsa. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung,” ucapnya.

Ia juga menyoroti persoalan relasi anak dan orang tua yang semakin renggang karena penggunaan gawai yang berlebihan. “Banyak anak lebih dekat dengan ponsel ketimbang orang tuanya. Ini tantangan yang tidak boleh kita abaikan,” kata Hariyono.

Sebagai penutup, Hariyono menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai disiplin dan pencegahan kekerasan maupun perundungan di lingkungan pendidikan. UM, katanya, akan terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ruang belajar yang sehat dan inklusif bagi anak-anak Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kominfo Pemkot Malang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Anak Nasional 2025 di UM: Bangun Generasi Emas, Hadapi Tantangan Era Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!