Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 16 JULI 2025 • 16:54 WIB

Ricuh Karnaval Bersih Desa di Mulyorejo, Sound Horeg Picu Ketegangan Warga

Ricuh Karnaval Bersih Desa di Mulyorejo, Sound Horeg Picu Ketegangan Wargakisruh karnaval mulyorejo (Instagram/@malangraya.info)
Malang – Perayaan Karnaval Bersih Desa di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Minggu (13/7/2025), diwarnai insiden kericuhan antara warga dan peserta karnaval. Keributan dipicu oleh kehadiran salah satu rombongan karnaval yang menggunakan sound horeg dengan volume tinggi, sehingga memicu ketidaknyamanan warga sekitar.

Menurut kesaksian warga setempat, suara yang ditimbulkan sound system tersebut dianggap terlalu keras hingga mengganggu ketenangan lingkungan. Sejumlah warga melaporkan bahwa bayi menangis dan orang sakit merasa terganggu karena suara dentuman yang tidak henti.

Suasana pun memanas ketika terjadi kesalahpahaman antara warga dengan beberapa peserta karnaval. Bentrokan pun tak terelakkan, bahkan sempat terjadi aksi pemukulan oleh sejumlah peserta terhadap warga yang menegur penggunaan sound tersebut. Hingga kini, belum diketahui pasti asal RT atau RW dari peserta yang mengusung sound horeg tersebut.

Baca juga: Meski Diharamkan MUI, Sound Horeg Masih Menggema di Karnaval Desa

Upaya Penyelesaian Damai
Camat Sukun, Dian Kuntari, mengaku belum menerima laporan lengkap dari Lurah Mulyorejo. Namun ia memastikan bahwa insiden tersebut sudah dapat diredam saat kejadian berlangsung, berkat bantuan dari aparat keamanan dan panitia acara.

“Permasalahan sudah berhasil dilerai di lokasi. Kami akan duduk bersama dengan pihak terkait, baik panitia acara, masyarakat, serta peserta dan warga yang terlibat, untuk menyelesaikan dengan cara kekeluargaan,” terang Dian.

Sementara itu, Kapolsekta Sukun, Kompol Ryan Wahyuningtiyas, menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan pentingnya semua pihak untuk saling memahami dan menghargai, terutama dalam acara publik seperti karnaval desa.

“Seharusnya kejadian seperti ini tidak perlu terjadi. Baik yang menyukai hiburan maupun yang merasa terganggu harus bisa menempatkan diri. Semua harus saling menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan,” ujarnya.

Kapolsek menyebut bahwa setelah seluruh rangkaian acara Bersih Desa selesai, pihaknya akan mengundang semua elemen yang terlibat untuk melakukan musyawarah dan menyelesaikan masalah ini secara damai.

“Kita akan selesaikan secara kekeluargaan, agar tidak menjadi polemik berkepanjangan,” pungkas Kompol Ryan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ricuh Karnaval Bersih Desa di Mulyorejo, Sound Horeg Picu Ketegangan Warga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!