Seorang Polantas Sedang Mengsosalisasaikan Keselamatan Berkendara (Antara News)
Malang - Satuan Lalu Lintas dari Polres Malang menggelar program edukasi keselamatan berkendara bagi pelajar di Kabupaten Malang. Aksi ini dilatarbelakangi masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pemuda serta pelajar.
Kepala Satuan Lalu Lintas, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menegaskan bahwa pelajar termasuk kelompok paling rentan dalam kecelakaan jalan raya. Banyak dari mereka mengendarai tanpa memiliki SIM, enggan memakai helm standar, dan bahkan melakukan pelanggaran seperti melawan arus.
Kegiatan sosialisasi dilakukan di beberapa sekolah, di antaranya SMP PGRI 01 Singosari, SD Ulil Albab Kepanjen, SD Negeri Pakisaji, dan SMK Negeri 10 Malang.
Berdasarkan data yang dikumpulkan hingga November 2025, tercatat 723 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang. Dari jumlah itu, 141 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, dan 1.114 orang luka ringan.
Materi edukasi meliputi:
• aturan lalu lintas yang harus dipahami pelajar
• pentingnya helm standar nasional (SNI)
• larangan berkendara bagi anak di bawah umur
• cara aman sebagai pengguna jalan
Selain penyuluhan di sekolah, Polres Malang juga memasang sekitar 60 baliho dan spanduk di ruas jalan rawan kecelakaan seperti Jalan Raya Metro dan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) di Kecamatan Kepanjen.
Program ini terkait dengan pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung sejak 17 hingga 30 November 2025, dengan target seluruh lapisan masyarakat.
Dengan langkah ini, pihak kepolisian berharap pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen keselamatan bagi teman dan keluarga mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung