Rasutan Armenia Serbu Polres Malang (Foto Istimewa)
Malang - Ratusan massa Aremania Bersatu mendatangi Polres Malang pada Kamis sore, 16 April 2026. Mereka datang setelah sebelumnya menyampaikan aspirasi ke DPRD Kabupaten Malang. Jumlah massa kali ini lebih besar. Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi turun langsung menemui mereka bersama jajaran pejabat utama.
Aksi berlangsung damai. Tidak ada orasi keras atau tekanan. Massa memilih jalur dialog terbuka. Mereka duduk bersama di halaman Mapolres Malang. Suasana tertib dan komunikatif. Koordinator Presidium Aremania, Ali Rifky, terlihat berada di tengah massa. Ia ikut menyuarakan kegelisahan yang selama ini berkembang. Salah satu fokus utama adalah perbedaan pernyataan Kapolres dengan pemberitaan media yang beredar.
Perwakilan Aremania, Sudarmaji, menyampaikan alasan kedatangan mereka. Ia menilai ada ketidaksesuaian informasi yang perlu diluruskan secara langsung. Karena itu, forum dialog dipilih sebagai ruang klarifikasi. Satu per satu perwakilan Aremania menyampaikan pendapat. Mereka bicara langsung di hadapan Kapolres. Tidak ada perantara. Semua disampaikan terbuka.
Ali Rifky kemudian menyoroti rencana lokasi pertandingan Arema FC melawan Persebaya. Ia mempertanyakan keputusan jika laga harus digelar di Bali. Menurutnya, perjalanan jauh membawa banyak risiko. Ia menyebut beberapa potensi masalah. Risiko kecelakaan selama perjalanan. Biaya yang harus ditanggung suporter. Potensi gangguan keamanan di jalan, termasuk kemungkinan sweeping dari kelompok rival.
Pertanyaan itu diarahkan langsung ke Kapolres. Intinya sederhana. Apakah keputusan tersebut sudah mempertimbangkan kondisi suporter di lapangan. Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi merespons dengan pendekatan terbuka. Ia menyatakan bahwa dialog hari ini menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, setiap aspirasi akan masuk dalam kajian. Baik yang mendukung maupun yang menolak. Semua dipertimbangkan secara objektif dan berbasis fakta.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan izin pertandingan belum ditetapkan. Hingga saat ini, belum ada dokumen yang ditandatangani terkait pelaksanaan laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. Kapolres menekankan bahwa waktu semakin dekat. Pertandingan dijadwalkan pada 28 April 2026. Artinya, hanya tersisa sekitar 12 hari. Karena itu, keputusan harus segera diambil. Di sisi lain, aspirasi serupa juga disampaikan Aremania ke DPRD Kabupaten Malang. Anggota Komisi I, Fakih Pilihan, ikut memberikan pandangan.
Ia mengajak semua pihak melihat dua sisi. Ada keinginan kuat agar Arema kembali bermain di Kanjuruhan. Namun, ada juga trauma dari tragedi yang pernah terjadi. Menurutnya, situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia menilai momen ini bisa menjadi titik pembuktian bahwa Aremania mampu menunjukkan sikap damai.
Aksi damai ini menunjukkan pola baru dalam menyampaikan aspirasi. Dialog langsung menjadi pilihan. Tekanan diganti dengan komunikasi terbuka. Keputusan akhir kini berada di tangan kepolisian. Semua pihak menunggu hasil kajian. Satu hal yang terlihat jelas, suporter ingin dilibatkan dalam setiap keputusan yang menyangkut mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung