Aksi Vandalisme Di Halte Vetean 2 (Foto Istimewa)
Malang - Upaya mempercantik fasilitas publik di Kota Malang kembali diuji. Halte Trans Jatim Veteran II yang baru saja dibersihkan dan dicat ulang oleh komunitas, kini kembali terlihat kumuh. Belum genap dua hari sejak perbaikan dilakukan, coretan pilox hitam dan grafiti sudah memenuhi sebagian dinding halte.
Pemandangan ini memicu kekecewaan warga. Halte yang sempat terlihat rapi dan nyaman kini kembali kehilangan fungsinya sebagai ruang tunggu yang layak. Beberapa pengguna halte mengaku heran sekaligus kesal. Mereka menilai aksi vandalisme seperti ini menunjukkan rendahnya kesadaran menjaga fasilitas bersama.
Salah satu pengguna yang rutin menggunakan halte tersebut menyebut bahwa upaya komunitas seharusnya bisa menjadi pemicu perubahan. Namun kenyataannya, perbaikan yang dilakukan tidak bertahan lama. Hal ini membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan di ruang publik.
Kondisi ini juga menyoroti peran pemerintah dalam menjaga fasilitas transportasi umum. Warga menilai perhatian terhadap halte masih kurang, baik dari sisi perawatan rutin maupun pengawasan. Tanpa kontrol yang jelas, fasilitas yang sudah diperbaiki akan terus berulang kali dirusak.
Halte sebagai bagian dari sistem transportasi publik seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman. Keberadaannya bukan hanya tempat menunggu, tetapi juga wajah kota yang mencerminkan budaya warganya. Ketika vandalisme terus terjadi, yang rusak bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga kepercayaan publik terhadap upaya perbaikan.
Masyarakat berharap ada langkah nyata. Tidak cukup hanya memperbaiki, tetapi juga menjaga. Pengawasan perlu ditingkatkan. Edukasi tentang pentingnya merawat fasilitas umum juga harus terus dilakukan. Tanpa itu, siklus vandalisme akan terus berulang dan upaya perbaikan hanya menjadi pekerjaan yang sia-sia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung