Dedik Setiawan Siap Terima Tantangan Baru (aremafc.com)
Malang - Sebuah babak penting dalam sejarah Arema FC resmi berakhir. Setelah hampir satu dekade mengabdikan diri untuk klub kebanggaan masyarakat Malang, Dedik Setiawan dipastikan berpisah dengan Singo Edan usai kontraknya berakhir pada penghujung kompetisi Super League 2025-2026.
Kabar perpisahan itu diumumkan manajemen Arema melalui akun media sosial resmi klub pada Rabu, 10 Juni 2026. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu pemain paling loyal yang pernah dimiliki Arema dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Aremania, nama Dedik Setiawan memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pencetak gol. Penyerang asli Malang itu telah menjelma menjadi simbol perjuangan, loyalitas, dan kecintaan terhadap klub yang membesarkan namanya. Sejak menembus skuad senior pada musim 2016, Dedik tumbuh bersama Arema dan menjadi bagian dari berbagai momen penting yang membentuk perjalanan klub.
Selama 10 musim mengenakan jersey Singo Edan, Dedik mencatatkan namanya sebagai salah satu top skor sepanjang masa Arema yang masih aktif dengan torehan 45 gol. Catatan tersebut tidak hanya menunjukkan produktivitasnya di lini depan, tetapi juga konsistensi dan kesetiaannya dalam membela warna kebanggaan Malang.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan apresiasi mendalam atas kontribusi yang telah diberikan Dedik selama hampir satu dekade terakhir. Menurutnya, tidak banyak pemain yang mampu menunjukkan dedikasi dan loyalitas seperti yang telah diperlihatkan oleh pemilik nomor punggung 27 tersebut.
Dalam perjalanan panjangnya bersama Arema, Dedik merasakan berbagai fase yang penuh warna. Ia pernah menikmati euforia mengangkat trofi juara bersama tim, menghadapi masa sulit akibat cedera yang sempat menghambat perkembangan kariernya, hingga menjadi bagian dari upaya kebangkitan klub setelah Tragedi Kanjuruhan yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar Arema.
Keberadaan Dedik juga tercatat dalam sejarah prestasi klub. Ia menjadi salah satu pemain yang berhasil mengoleksi empat gelar Piala Presiden bersama Arema, yakni pada edisi 2017, 2019, 2022, dan 2024. Prestasi tersebut menjadikannya sebagai salah satu pemain dengan koleksi trofi paling lengkap di era modern Arema.
Penampilan impresifnya di level klub juga membuka jalan menuju Tim Nasional Indonesia. Dedik beberapa kali mendapat kepercayaan mengenakan seragam Merah Putih dan turut menjadi bagian dari skuad yang berhasil mencapai final Piala AFF 2020 sebelum akhirnya finis sebagai runner up.
Bagi Arema, kepergian Dedik bukan sekadar kehilangan seorang pemain. Klub kehilangan sosok yang telah menjadi bagian dari identitas tim selama bertahun-tahun. Dedik hadir dalam berbagai momentum penting, baik saat klub berada di puncak kejayaan maupun ketika menghadapi masa-masa penuh tantangan.
Meski kerja sama profesional berakhir, manajemen Arema menegaskan hubungan baik dengan Dedik tidak akan pernah putus. Sosok yang tumbuh dan berkembang bersama klub itu akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Arema.
Perpisahan ini sekaligus membuka lembaran baru bagi Dedik Setiawan. Setelah menorehkan sejarah panjang di Stadion Kanjuruhan dan hati para Aremania, penyerang berusia matang itu kini bersiap melanjutkan perjalanan kariernya di tempat yang baru.
Sementara itu, bagi publik Malang, nama Dedik Setiawan akan selalu dikenang sebagai pemain yang tidak hanya mencetak gol, tetapi juga meninggalkan jejak loyalitas yang semakin langka ditemukan dalam sepak bola modern. Sebuah era telah berakhir, namun kisah Dedik bersama Arema akan tetap hidup dalam memori para pendukung Singo Edan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com