Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 12 JUNI 2026 • 11:21 WIB

UMM Cetak Sejarah, Prof. Lailis Syafaah Dikukuhkan sebagai Guru Besar Rekayasa Biomedik Pertama

UMM Cetak Sejarah, Prof. Lailis Syafaah Dikukuhkan sebagai Guru Besar Rekayasa Biomedik PertamaProf. Lailis Syafaah Guru Besar Rekayasa Biomedik UMM (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

News - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan sejarah penting dalam perjalanan akademiknya. Pada 11 Juni 2026, UMM resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaah, M.T. sebagai Guru Besar di bidang Rekayasa Biomedik. Pengukuhan ini menjadi momen istimewa karena Prof. Lailis merupakan Guru Besar Rekayasa Biomedik pertama yang dimiliki UMM. Kehadirannya menandai semakin kuatnya kontribusi kampus tersebut dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang menghubungkan dunia teknik dan kesehatan.

Rekayasa biomedik merupakan bidang keilmuan yang relatif baru, namun memiliki peran besar dalam masa depan layanan kesehatan. Disiplin ini menggabungkan ilmu teknik, teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan ilmu kedokteran untuk menciptakan berbagai inovasi kesehatan. Mulai dari alat diagnostik, sistem pemantauan pasien, robot medis, hingga pengembangan organ buatan dan teknologi rehabilitasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan ahli rekayasa biomedik terus meningkat di seluruh dunia.

Pengukuhan Prof. Lailis menjadi bukti bahwa UMM tidak hanya fokus menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan ilmuwan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Selama ini, Prof. Lailis dikenal sebagai akademisi yang aktif meneliti penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam bidang kesehatan. Fokus keilmuan tersebut menjadikannya salah satu akademisi yang berada di garis depan dalam pengembangan teknologi kesehatan berbasis data dan machine learning di Indonesia.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian luas adalah pengembangan aplikasi deteksi anemia non-invasif berbasis AI. Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi menjalani prosedur pengambilan darah untuk melakukan pemeriksaan awal kadar hemoglobin. Cukup menggunakan kamera smartphone, sistem akan menganalisis citra konjungtiva mata dan mengestimasi kondisi anemia pengguna. Teknologi tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan yang telah dilatih dengan basis data khusus untuk membaca karakteristik visual yang berkaitan dengan kadar hemoglobin dalam darah.

UMM Cetak Sejarah, Prof. Lailis Syafaah Dikukuhkan sebagai Guru Besar Rekayasa Biomedik PertamaPenyampaian Orasi Ilmiah Oleh Prof. Lailis Syafaah Saat Pengukuhan Guru Besar (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Inovasi tersebut lahir dari perjalanan riset yang panjang. Berawal dari studi doktoralnya di bidang kedokteran, Prof. Lailis mengembangkan pemodelan kesehatan berbasis citra digital yang kemudian dipadukan dengan teknologi machine learning. Hasilnya adalah sistem deteksi dini yang lebih praktis, mudah diakses, dan berpotensi membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri. Bahkan, tingkat akurasi sistem yang dikembangkan telah mencapai sekitar 80 persen dan terus disempurnakan melalui pengembangan data dan algoritma.

Kehadiran Guru Besar Rekayasa Biomedik pertama di UMM juga menjadi simbol transformasi pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan zaman. Dunia kesehatan saat ini tidak lagi hanya mengandalkan tenaga medis, tetapi juga membutuhkan kolaborasi erat dengan para insinyur, ilmuwan data, dan pengembang teknologi. Kolaborasi lintas disiplin inilah yang menjadi fondasi utama rekayasa biomedik.

Bagi UMM, pengukuhan Prof. Lailis bukan sekadar penambahan jumlah profesor. Lebih dari itu, ini merupakan pengakuan atas konsistensi kampus dalam membangun ekosistem riset yang menghasilkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat. Dari ruang laboratorium hingga aplikasi yang dapat digunakan melalui telepon genggam, karya-karya yang lahir menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi sumber solusi atas berbagai tantangan kesehatan masa depan.

Momentum pengukuhan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika UMM dan masyarakat Malang. Di tengah era digital yang terus berkembang, lahirnya Guru Besar Rekayasa Biomedik pertama menjadi penanda bahwa inovasi kesehatan berbasis teknologi tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi kenyataan yang tumbuh dan berkembang dari kampus di Kota Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UMM Cetak Sejarah, Prof. Lailis Syafaah Dikukuhkan sebagai Guru Besar Rekayasa Biomedik Pertama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!