Rabu, 02 JULI 2025 • 00:19 WIB

Fasilitas QRIS Parkir Rusak di Beberapa Titik Kota Malang, Diduga Ulah Tangan Jahil

Author

Barcode parkir non tunai di kawasan pertokoan Hamid Rusdi, Malang dalam kondisi rusak. (Bhekti Setyowibowo)

MALANG – Upaya Pemerintah Kota Malang dalam menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai tampaknya menghadapi tantangan serus di lapangan. Salah satu kendala yang mencuat adalah kerusakan fasilitas barcode QRIS di sejumlah lokasi parkir, termasuk di kawasan pertokoan Jalan Hamid Rusdi. Kondisi barcode yang rusak atau hilang membuat sistem pembayaran digital menjadi tidak bisa digunakan.

Kerusakan ini menimbulkan dugaan adanya tindakan sabotase atau ulah tangan jahil yang sengaja merusak fasilitas publik tersebut. Padahal, sistem pembayaran parkir non-tunai melalui QRIS baru saja diresmikan beberapa waktu lalu sebagai langkah menuju tata kelola parkir yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Program ini merupakan bagian dari inovasi Pemkot Malang dalam membangun ekosistem kota cerdas (smart city), sekaligus menekan potensi kebocoran retribusi dari sektor parkir. Penggunaan QRIS diharapkan menjadi solusi yang memudahkan masyarakat sekaligus memperjelas alur pendapatan daerah dari jasa parkir.

Namun, kerusakan barcode QRIS di lapangan justru membuat sistem ini tidak berjalan optimal. Banyak pengguna kendaraan yang akhirnya terpaksa membayar secara tunai karena tak dapat memindai kode yang tersedia. Ironisnya, hal ini berpotensi membuka kembali celah terjadinya kebocoran dan praktik perparkiran liar.

Pemerintah Kota Malang sendiri sedang menyiapkan regulasi berbentuk Peraturan Daerah (Perda) yang akan memperkuat implementasi sistem non-tunai di seluruh titik parkir resmi. Sayangnya, jika vandalisme terhadap fasilitas terus berlanjut, maka proses digitalisasi ini akan terganggu dan masyarakat tetap terjebak dalam sistem manual yang tidak efisien.

Pemerintah diharapkan segera melakukan evaluasi serta pengawasan intensif terhadap pelaksanaan di lapangan, termasuk memperkuat edukasi dan pengamanan terhadap fasilitas digital. Harapan besar bahwa Kota Malang bisa lebih maju dengan sistem perparkiran yang modern akan sulit terwujud jika kesadaran publik masih rendah dan pengawasan belum maksimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU