Kamis, 18 JUNI 2026 • 23:43 WIB

Jembatan Sonokembang Dikebut, Pemkot Malang Optimistis Rampung Juli 2026

Author

Progres Pembangunan Jemabatan Sono Kembang (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Pembangunan Jembatan Sonokembang di kawasan Simpang Sulfat Utara, Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang terus menunjukkan perkembangan. Meski progres fisik di lapangan baru mencapai sekitar 38 persen, Pemerintah Kota Malang tetap optimistis proyek tersebut dapat selesai sesuai target pada Juli 2026.

Saat ini pekerjaan konstruksi masih berfokus pada penyelesaian pondasi jembatan dan pemasangan box culvert atau gorong-gorong kotak. Sejumlah bagian pondasi telah berdiri, sementara struktur rangka jembatan juga mulai terlihat membentang di atas aliran sungai. Proyek rekonstruksi ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur penting karena menghubungkan mobilitas warga di kawasan padat penduduk Kecamatan Blimbing.

Meski persentase pekerjaan belum mencapai setengah dari total target, proses pembangunan sebenarnya tidak hanya berlangsung di lokasi proyek. Beberapa komponen utama jembatan, termasuk girder atau gelagar, diproduksi secara paralel di pabrik. Setelah proses fabrikasi selesai, komponen tersebut akan langsung dikirim ke lokasi untuk dipasang. Strategi pengerjaan ganda antara lapangan dan pabrik dinilai mampu mempercepat penyelesaian proyek secara keseluruhan.

Selama proses pembangunan berlangsung, akses masyarakat tetap terjaga melalui jembatan darurat Bailey yang telah dipasang sejak awal proyek. Kendaraan dari dua arah masih dapat melintas dengan sistem bergantian sehingga aktivitas warga tidak terganggu secara signifikan. Keberadaan jembatan sementara tersebut menjadi solusi agar konektivitas kawasan tetap berjalan selama proses rekonstruksi berlangsung.

Pembangunan ulang Jembatan Sonokembang dilakukan setelah struktur lama mengalami kerusakan akibat tergerus derasnya arus sungai saat hujan lebat yang melanda Kota Malang pada Oktober 2025. Kerusakan pada pondasi membuat jembatan tidak lagi aman digunakan sehingga pemerintah memutuskan melakukan rekonstruksi total.

Dalam desain barunya, jembatan tidak hanya dibangun kembali seperti kondisi sebelumnya. Kapasitas dan tingkat keamanannya juga ditingkatkan. Jembatan akan memiliki lebar sekitar sembilan meter, panjang sekitar 20 meter, serta posisi yang lebih tinggi dibandingkan struktur lama. Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi aliran sungai saat debit air meningkat.

Selain itu, fasilitas trotoar di kedua sisi jembatan juga disiapkan untuk memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Dengan berbagai peningkatan tersebut, Jembatan Sonokembang diharapkan menjadi infrastruktur yang lebih tangguh dan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat dalam jangka panjang.

Pemerintah Kota Malang berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga jembatan baru dapat segera difungsikan secara penuh dan kembali menjadi jalur utama yang mendukung mobilitas warga di kawasan Pandanwangi dan sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU