Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 02 JULI 2025 • 23:11 WIB

Sungai di Atas Jembatan: Keajaiban Kolonial Tersembunyi di Bululawang Malang

Sungai di Atas Jembatan: Keajaiban Kolonial Tersembunyi di Bululawang MalangPesona Jembatan Talang Bululawang Malang Namapak Dari Atas (Bhekti Setyowibowo)

Bayangkan ada sungai… tapi bukan di bawah jembatan, melainkan justru di atasnya. Pemandangan unik ini bukan hasil sulap, melainkan bagian dari pesona Jembatan Talang Bululawang, sebuah warisan era kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh di Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Bangunan yang dikenal juga dengan nama Waterbrug te Boeloelawang ini memang mencuri perhatian karena arsitekturnya yang tidak biasa. Alih-alih dilewati kendaraan atau pejalan kaki, jembatan sepanjang 100 meter ini justru dilintasi aliran air jernih menjadikannya seperti "sungai di atas sungai". Ajaib, kan?

Baca juga: Jelajahi Masa Lalu Lewat Lensa Kamera: Sensasi Berfoto dengan Baju Khas Malangan di Maltedoe, Kayutangan Heritage

Lebih dari Sekadar Bangunan Tua

Dibangun sekitar tahun 1904 hingga 1905, Jembatan Talang awalnya dirancang sebagai saluran irigasi yang mampu mengalirkan hingga 100 liter air per detik untuk mendukung lahan pertanian dan perkebunan tebu di sekitar Bululawang hingga Gondanglegi. Ini merupakan bagian dari proyek besar sistem irigasi Kedungkandang yang dirancang pemerintah kolonial untuk menopang ekonomi agraris saat itu.

Meskipun telah berusia lebih dari satu abad, jembatan ini masih gagah berdiri berkat konstruksi yang tangguh. Dengan lima pilar batu bata kokoh dan tujuh lengkungan elegan, bangunan ini tahan dari ancaman banjir maupun longsorbahkan saat hujan deras mengguyur kawasan Malang selatan.

Sungai di Atas Jembatan: Keajaiban Kolonial Tersembunyi di Bululawang MalangPesona Jembatan Talang Bululawang Malang Namapak Dari Bawah (Bhekti Setyowibowo)

Wisata Sejarah yang Instagramable

Kini, jembatan ini bukan sekadar saluran air. Pemerintah desa bersama warga lokal menyulap kawasan sekitarnya menjadi tempat wisata edukatif dan ramah keluarga. Ada taman yang asri, area bersantai, fasilitas outbond, hingga kafe sederhana yang membuat suasana makin hangat. Cocok buat healing tipis-tipis sambil belajar sejarah.

Nggak heran kalau Jembatan Talang kini mulai disebut-sebut sebagai versi lokal dari Magdeburg Water Bridge di Jerman. Air yang mengalir di atas ketinggian dengan latar struktur kolonial klasik membuatnya jadi spot favorit untuk swafoto. Selain menikmati udara sejuk khas lembah Malang, pengunjung bisa menjelajah sisi-sisi jembatan dan menikmati lanskap alam yang menyatu dengan sejarah.

Menyatukan Masa Lalu dan Masa Kini

Lebih dari sekadar bangunan tua, Jembatan Talang Bululawang adalah contoh nyata bagaimana infrastruktur lama bisa disulap menjadi destinasi masa kini. Menggabungkan nilai sejarah, keunikan arsitektur, fungsi lingkungan, dan inovasi warga, jembatan ini tak hanya memikat mata tapi juga menggugah rasa ingin tahu.

Jadi, kalau sedang di Malang dan ingin menjelajah tempat anti-mainstream, mampirlah ke sini. Siapa tahu, kamu bisa merasakan sensasi langka: berdiri di bawah jembatan sambil mendongak ke atas—melihat air mengalir tenang di atas kepalamu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sungai di Atas Jembatan: Keajaiban Kolonial Tersembunyi di Bululawang Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!