Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 19 JULI 2025 • 10:00 WIB

Lumpur kentang Wolak Walik 27, jajanan lawas yang makin hits di Kota Malang

Lumpur kentang Wolak Walik 27, jajanan lawas yang makin hits di Kota MalangOutlet Lumpur Kentang Wolak Walik (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Di tengah gempuran jajanan kekinian yang tampil dengan warna-warni mencolok dan topping berlimpah, sebuah kudapan sederhana bernama lumpur kentang justru kembali merebut hati warga Kota Malang. Adalah Wolak Walik 27, sebuah lapak kecil di dalam pasar oro oro dowo yang konsisten menjual lumpur kentang dengan cita rasa klasik dan tampilan yang tidak neko-neko. Tapi justru dari kesederhanaan itulah daya tariknya muncul.

Teksturnya lembut, padat, dan wangi khas yang muncul dari campuran santan serta kentang rebus. Setiap gigitan menyuguhkan rasa manis yang pas, tidak berlebihan, dengan sensasi gurih yang mengendap pelan di lidah. Tidak heran jika pelanggan tetapnya menyebut lumpur kentang Wolak Walik 27 sebagai “kue nostalgia” yang mengingatkan mereka pada jajanan pasar masa kecil.

Baca juga: Rawon Nguling, legend Kuliner Malang Yang Tak Pernah Padam

Yang membuatnya berbeda dari lumpur kentang lain adalah konsistensi rasa dan bahan segar yang digunakan. Adonan dibuat setiap pagi tanpa bahan pengawet, lalu dimasak satu per satu di atas cetakan loyang datar yang terus berputar panas. Aroma harum yang mengepul dari lapak mungil ini sudah cukup untuk mengundang pembeli datang mendekat, bahkan sebelum melihat wujud kuenya.

Meski hanya menempati sebuah kios kecil, Wolak Walik 27 selalu ramai pembeli, terutama saat pagi. Banyak yang sengaja mampir untuk membawa pulang lumpur kentang sebagai camilan keluarga, oleh-oleh, atau sekadar teman ngopi. Harganya pun masih bersahabat di kantong, mulai dari Rp3.500 per buah, dengan pilihan rasa original, keju, hingga pandan. Semua tetap mempertahankan rasa dasar yang khas tanpa kehilangan keasliannya.

Nama “Wolak Walik” sendiri mencerminkan filosofi sederhana: kadang hidup manis, kadang getir seperti kue lumpur yang bagian bawahnya sedikit garing, tapi bagian tengahnya begitu lembut. Mungkin itu juga yang membuat makanan ini terasa personal, mengandung cerita, bukan sekadar pengisi perut.

Di era di mana makanan sering kali hanya jadi latar belakang untuk konten media sosial, lumpur kentang Wolak Walik 27 membuktikan bahwa kesetiaan pada rasa dan tradisi masih punya tempat. Tidak heboh, tidak berisik, tapi selalu dirindukan. Seperti rumah, yang meski tak berubah, selalu ingin kita datangi lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lumpur kentang Wolak Walik 27, jajanan lawas yang makin hits di Kota Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!