Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 05 JULI 2025 • 13:53 WIB

Inflasi Kota Batu Melonjak Imbas Harga Cabai dan Bawang, Kebijakan ODOL Jadi Sorotan

Inflasi Kota Batu Melonjak Imbas Harga Cabai dan Bawang, Kebijakan ODOL Jadi SorotanIlustrasi penjual caba di pasar tradisional (ANTARA)

Batu – Kota Batu kembali menghadapi tantangan inflasi akibat melonjaknya harga sejumlah komoditas pokok, terutama cabai rawit dan bawang merah. Kondisi ini diperparah oleh dampak dari kebijakan pelarangan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang menyebabkan terganggunya rantai distribusi logistik ke wilayah tersebut.

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dirasakan langsung oleh pedagang di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Nur Laila, salah satu pedagang, menyebut bahwa harga cabai rawit yang semula Rp35 ribu per kilogram pada 11 Juni, kini melonjak tajam menjadi Rp60 ribu per kilogram hingga akhir Juni 2025.

"Kenaikan ini mulai terasa sejak aksi mogok sopir truk menyusul pembatasan truk ODOL. Cabai biasanya saya dapatkan dari Kediri, tapi sekarang pasokannya seret," ujarnya, Jumat (5/7/2025).

Baca juga: Pemkab Malang Siapkan Jalur Alternatif Menuju Wisata Pantai Selatan di Musim Liburan Sekolah

Tak hanya cabai, harga bawang merah pun ikut naik menjadi Rp40 ribu per kilogram, sedangkan tomat melonjak ke kisaran Rp18 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram. Kenaikan ini membuat sebagian besar konsumen mengurangi jumlah belanja. Jika sebelumnya bisa membeli satu kilogram, kini mereka hanya sanggup membeli seperempatnya.

“Banyak warung lalapan yang mulai mengurangi stok karena harga bahan mentahnya tinggi. Pendapatan juga ikut turun karena pembeli menurun,” keluh Nur Laila.

Kebijakan larangan ODOL yang diberlakukan di berbagai wilayah menjadi faktor utama tersendatnya distribusi logistik. Sopir truk yang biasanya mengangkut hasil pertanian dari Kediri dan wilayah lain melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes, sehingga suplai ke pasar tradisional terganggu.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batu melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus mengupayakan berbagai strategi untuk menekan laju inflasi. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan menggiatkan program gerakan tanam cabai di sejumlah wilayah.

Penjabat Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa gerakan ini telah dilakukan sejak awal tahun dan menyasar tiga kecamatan utama di Kota Batu, termasuk Pondok Labu dan Desa Pandanrejo. Ribuan bibit cabai disalurkan kepada kelompok tani dan masyarakat untuk ditanam secara mandiri.

“Estimasi panen bisa mencapai 1.800 kilogram dalam waktu 30 hingga 90 hari. Program ini kami jalankan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujar Aries.

Selain itu, Pemkot Batu juga menyiapkan langkah tambahan seperti operasi pasar, penyaluran bantuan sosial, hingga distribusi stok pangan dari cadangan pemerintah. Aries menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pedagang, dan masyarakat agar gejolak harga pangan bisa dikendalikan dengan baik.

“Kita harus sama-sama gotong royong mengantisipasi dampak kebijakan nasional seperti ODOL ini. Karena meski bertujuan baik, efek jangka pendeknya harus diantisipasi,” tambahnya.

Kenaikan harga cabai, bawang, dan tomat ini menjadi indikator betapa rentannya ketahanan pangan terhadap faktor eksternal, termasuk kebijakan transportasi dan distribusi. Diharapkan dengan berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah daerah, inflasi di Kota Batu dapat segera terkendali dan harga kebutuhan pokok kembali stabil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antaranews.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Inflasi Kota Batu Melonjak Imbas Harga Cabai dan Bawang, Kebijakan ODOL Jadi Sorotan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!