Wahyu Andreas di bengkel kria keramik (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Sebuah karya video dari Wahyu Andreas, guru Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 5 Malang, berhasil mencuri perhatian dalam ajang "Apresiasi Karya Vokasi untuk Negeri". Lewat judul video yang puitis dan sarat makna, “Menjaga Asa Tungku Keramik Tak Padam”, Wahyu tak hanya menyampaikan pesan visual—tapi juga menyulut semangat yang nyaris redup di ruang praktik sekolahnya.
Video berdurasi singkat itu berkisah tentang menurunnya minat siswa pada jurusan kriya, khususnya kriya keramik. Jurusan yang dulu hidup dengan aroma tanah liat dan bara semangat, sempat sepi. Namun Wahyu, sebagai pendidik, menolak membiarkan bara itu mati.
“Jika dunia belum mengenal potensi kita, maka kitalah yang harus mengenalkannya,” begitu narasi penutup yang disuarakan dalam video karyanya.
Melalui pendekatan yang tak biasa, Wahyu dan tim berhasil menghidupkan kembali energi di ruang praktik. Tak hanya mengajarkan teknik membentuk keramik, para siswa diajak untuk melihat dunia lebih luas membaca tren pasar, memahami desain yang bernilai jual tinggi, bahkan belajar menembus pasar internasional melalui kerja sama global.
“Dari ruang praktik yang sempat sunyi, kini kami bangkit. Tanah liat, tawa, dan harapan kembali hidup di ruang kami. Dan semangat itu… tak akan kami biarkan padam,” lanjut narasi penuh harapan dari video tersebut.
Karya Wahyu Andreas bukan sekadar dokumentasi, tapi menjadi simbol perjuangan pendidikan vokasi yang terus mencari relevansi di tengah zaman. Filosofis, menyentuh, dan sarat pesan kemanusiaan, video ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal kurikulum, tapi juga soal menjaga nyala semangat.
Tak heran jika video tersebut dinobatkan sebagai salah satu karya terbaik dalam ajang apresiasi. Sebuah pengakuan atas dedikasi seorang guru yang tak hanya mengajar, tapi juga menjaga mimpi anak-anak didiknya agar tetap menyala seperti bara tungku yang terus hangatkan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung