Batu - Karnaval Sound Horeg yang digelar di Kota Batu memantik kontroversi setelah berlangsung hingga dini hari. Acara yang semula disepakati berakhir pukul 22.00 WIB justru berlangsung lebih lama dari yang diperbolehkan, memicu keluhan dari warga sekitar.
Suara bising yang ditimbulkan dari puluhan mobil ber-sound system besar membuat sejumlah warga kesulitan beristirahat, terlebih bagi mereka yang memiliki anak kecil, lanjut usia, hingga warga yang sedang sakit. Beberapa warga mengaku tidak mendapat informasi yang cukup jelas soal durasi acara dan merasa kecewa dengan pelanggaran waktu yang terjadi.
Baca juga: Sound Horeg Gegerkan Desa Donowarih, Lansia & Penyandang Sakit Diminta 'Mengungsi' Saat Karnaval
Di sisi lain, pihak penyelenggara berdalih bahwa antusiasme peserta dan penonton sangat tinggi sehingga sulit dikendalikan. Namun, kondisi ini menyoroti lemahnya pengawasan serta kurangnya koordinasi antara panitia dan pihak berwenang terkait batasan teknis yang telah ditetapkan.
Momen seperti ini seharusnya bisa menjadi ajang hiburan yang membahagiakan sekaligus tertib bagi semua pihak. Sayangnya, ketika batasan waktu dan kenyamanan masyarakat tidak dihormati, potensi konflik sosial pun ikut menguat.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pelaksanaan event serupa di masa mendatang agar keseimbangan antara hiburan publik dan hak masyarakat untuk hidup tenang tetap terjaga. Evaluasi menyeluruh dan pengawasan lebih ketat tampaknya dibutuhkan untuk memastikan agenda budaya seperti ini tidak berujung pada keresahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/malangraya_info