Malang - Suasana Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang kembali hidup pada H+7 Lebaran. Aktivitas jual beli meningkat sejak pagi. Pedagang dan pembeli memenuhi lorong pasar.
Keramaian ini didorong tradisi lokal yang masih kuat. Masyarakat mulai mempersiapkan hari raya lontong. Tradisi ini dikenal dengan kebiasaan ater-ater ke tetangga.
Warga membeli bahan utama seperti beras, daun pisang, dan aneka lauk pendamping. Penjual lontong dan sayur lodeh terlihat paling ramai diserbu. Permintaan meningkat dibanding hari biasa.
Pedagang mengaku omzet mulai naik sejak dua hari terakhir. Banyak pembeli datang dalam jumlah besar untuk kebutuhan berbagi. Aktivitas ini memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi pasar.
Tradisi ater-ater menjadi alasan utama lonjakan pengunjung. Warga saling mengirim makanan sebagai bentuk silaturahmi. Momen ini memperkuat hubungan sosial antar tetangga.
Pasar Oro-Oro Dowo menjadi titik penting dalam tradisi ini. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses masyarakat. Ketersediaan bahan yang lengkap juga menjadi daya tarik.
Keramaian H+7 Lebaran menunjukkan pola unik pasca hari raya. Aktivitas ekonomi tidak langsung turun. Justru kembali meningkat karena tradisi lanjutan yang masih dijaga.
Kondisi ini menegaskan peran pasar tradisional. Tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai ruang yang menghidupkan budaya lokal di tengah masyarakat Kota Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung