News - Baik Film Festival 2026 di Kota Batu berhasil mencuri perhatian sebagai ajang film anak bertaraf internasional. Festival ini digelar selama tiga hari, mulai 29 April hingga 1 Mei 2026, dan ditutup dengan malam penganugerahan yang berlangsung meriah. Ribuan peserta hadir langsung, sementara ratusan karya dari berbagai negara ikut berkompetisi, menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak hari pertama.
Mengusung tema Nature, Nurture, Future, festival ini tidak sekadar menjadi ruang hiburan. Penyelenggara menghadirkan pengalaman belajar yang relevan bagi anak dan keluarga. Pemutaran film dikombinasikan dengan workshop kreatif, kelas akting, hingga permainan tradisional yang menghidupkan suasana. Sebanyak 216 film dari 23 negara ambil bagian, menjadi capaian penting untuk penyelenggaraan perdananya.
Pada malam penghargaan, karya sineas Indonesia tampil kuat di kategori utama. Film Juna Juno karya Alif Brillian meraih Golden Apple Animation. Sementara itu, Arrow and Bullseye karya Muhammad Yusril memenangkan Golden Apple Short Film. Kedua film ini menunjukkan kualitas produksi lokal yang mampu bersaing di level internasional.
Di kategori lain, film internasional turut mendominasi. Linie 12 dari Jerman membawa pulang Golden Sacil Animation, sekaligus meraih Best Director Animation dan Best Cinematography Animation. Dari Rusia, Manga Day memenangkan Golden Sacil Short Film serta Best Cinematography Short Film. Sementara itu, kategori Best Director Short Film dimenangkan oleh Club of The Colorful Rats dari Jerman.
Apresiasi juga diberikan pada karya pilihan juri dan penonton. Film Surprise dari Indonesia mendapat Best Mention Juri. Film Hide and Seek, juga dari Indonesia, meraih Best Mention Penonton. Kehadiran kategori ini memperlihatkan ruang apresiasi yang lebih luas bagi karya-karya yang memiliki pendekatan unik.
Festival ini tidak hanya fokus pada kompetisi film. Kegiatan pendukung turut melibatkan anak-anak secara langsung. Lomba menyanyi dimenangkan oleh Kanaya Laquisha Harton, diikuti Kiyoshi Gytha Charmaraiza dan Kanita Abigail Dezhyriellan. Penghargaan Best Performance diberikan kepada Daniella Ruth Emma Pesik dan Senandung Lova. Di lomba mewarnai, Cheryl Awlia Syahwa meraih juara pertama, disusul Athariz Darren Keanu Kenzie dan Reynita Zahara A.R.
Kesuksesan penyelenggaraan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kota Batu mulai diperhitungkan sebagai tuan rumah event kreatif berskala internasional. Festival ini membuka ruang baru bagi sineas muda untuk tampil dan berkembang. Pada saat yang sama, Baik Film Festival memperkuat posisi Kota Batu dalam peta industri kreatif, khususnya di sektor perfilman anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung