Sabtu, 30 MEI 2026 • 16:41 WIB

Ketangguhan Matheus Blade Putus Serangan Lawan, Jadi Raja Tekel BRI Super League

Author

Matheus Blade (aremafc.com)

Malang - Ketangguhan Matheus Blade di lini tengah Arema FC berbuah pencapaian individu yang membanggakan. Gelandang bertahan asal Brasil tersebut tercatat sebagai pemain dengan jumlah tekel terbanyak di BRI Super League musim ini.

Sepanjang kompetisi, Blade membukukan 100 tekel dari 30 penampilannya bersama Singo Edan. Catatan itu menempatkannya di puncak daftar pemain dengan tekel terbanyak sekaligus menunjukkan peran vitalnya dalam menjaga keseimbangan permainan Arema FC.

Statistik yang ditorehkan pemain berusia 29 tahun itu bahkan unggul cukup jauh dibanding para pesaingnya. Bek Bali United, Ricky Fajrin, berada di posisi kedua dengan 91 tekel. Sementara gelandang Persik Kediri, Imanol Garcia, menempati urutan ketiga setelah mengoleksi 88 tekel. Adapun pemain yang berada di peringkat keempat hingga kesepuluh hanya mencatatkan rata-rata 60 hingga 70 tekel dalam 34 pertandingan.

Blade mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, angka itu menjadi bukti kerja keras yang selalu dia tunjukkan setiap kali mendapat kesempatan bermain.

"Saya rasa ini merupakan salah satu bentuk kontribusi saya terhadap tim ini," ujarnya.

Pemain bernomor punggung 26 itu menjelaskan bahwa tugasnya di sektor tengah tidak hanya sebatas mendistribusikan bola atau menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan. Di bawah arahan pelatih Marcos Santos, dia juga memiliki tanggung jawab besar untuk memutus aliran serangan lawan serta menghalau peluang yang dapat membahayakan gawang Arema FC.

Peran tersebut membuat Blade harus selalu tampil disiplin dalam mengambil keputusan. Dia mengakui setiap tekel yang dilakukan harus diperhitungkan dengan matang. Pengalaman menerima kartu kuning hingga kartu merah akibat tekel yang kurang sempurna menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya.

Karena itu, Blade terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas bertahan melalui sesi latihan. Dia berusaha menemukan cara yang efektif untuk merebut bola tanpa harus melakukan pelanggaran yang merugikan tim.

Meski telah mencatatkan diri sebagai pemain dengan tekel terbanyak musim ini, Blade belum merasa puas. Mantan pemain yang dikenal memiliki kemampuan duel kuat itu masih ingin meningkatkan performanya pada musim mendatang.

Baginya, konsistensi menjadi kunci utama. Tidak hanya saat bertahan, tetapi juga ketika membantu tim membangun serangan.

"Jika saya bisa tampil konsisten saat bertahan maupun menyerang, itu tidak hanya berdampak ke performa saya saja. Namun juga memudahkan tim yang saya bela meraih kemenangan," tegasnya.

Dengan usia yang masih berada dalam periode matang seorang pesepak bola, Matheus Blade berpeluang terus menjadi sosok penting di lini tengah Arema FC. Ketangguhannya dalam memutus serangan lawan kini telah terbukti melalui statistik, dan musim depan dia bertekad menghadirkan kontribusi yang lebih besar lagi bagi Singo Edan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU