Koridor Baru Trans Jatim Malang Raya Masih Dikaji, Harapan Warga untuk Transportasi Terintegrasi Kian Menguat
Malang - Rencana pengembangan layanan Bus Trans Jatim di kawasan Malang Raya terus menjadi perhatian masyarakat. Setelah koridor pertama beroperasi dan mulai dimanfaatkan warga sebagai moda transportasi antardaerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini masih mengkaji penambahan koridor baru yang dinilai mampu menjawab tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Malang Raya.
Kawasan Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu selama ini dikenal memiliki pergerakan masyarakat yang sangat tinggi. Aktivitas pendidikan, pekerjaan, wisata, hingga perdagangan membuat arus kendaraan pribadi terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut memunculkan kebutuhan akan sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dan menjangkau lebih banyak wilayah strategis.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan rencana penambahan dua koridor baru Trans Jatim di Malang Raya. Namun hingga saat ini, pembahasan masih berlangsung karena menyesuaikan kondisi anggaran serta proses koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Sejumlah rute mulai muncul dalam kajian awal. Salah satunya menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, Arjosari, Karanglo hingga Kota Batu. Koridor lain juga direncanakan menjangkau kawasan Kepanjen yang selama ini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Malang. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa jalur tersebut masih bersifat usulan dan belum ditetapkan secara final.
Tidak hanya itu, beberapa daerah juga mengusulkan perluasan layanan menuju kawasan Bandara Abdulrachman Saleh, Tumpang, hingga wilayah strategis lain yang selama ini belum tersambung transportasi massal modern. Usulan tersebut muncul karena pola mobilitas masyarakat kini tidak lagi terbatas dalam satu kota, melainkan telah bergerak lintas wilayah setiap hari.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut kebutuhan transportasi publik terintegrasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di pusat-pusat ekonomi dan wisata. Menurutnya, kehadiran koridor tambahan Trans Jatim berpotensi mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus memberikan pilihan transportasi yang lebih nyaman bagi warga.
Saat ini layanan Trans Jatim Malang Raya telah menghubungkan Terminal Hamid Rusdi, Landungsari, hingga Kota Batu. Koridor tersebut menjadi fondasi awal pengembangan sistem transportasi massal yang diharapkan mampu menekan kemacetan serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Malang Raya.
Jika koridor baru nantinya benar-benar terealisasi, masyarakat diperkirakan akan memiliki akses transportasi yang lebih luas menuju pusat pemerintahan, kawasan wisata, terminal, hingga bandara. Kehadiran jaringan transportasi yang saling terhubung juga dinilai dapat mendorong efisiensi perjalanan dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Meski masih dalam tahap kajian, rencana penambahan koridor Trans Jatim menjadi sinyal bahwa pembangunan transportasi publik di Malang Raya terus bergerak ke arah yang lebih modern dan terintegrasi. Masyarakat kini menunggu kepastian realisasi sekaligus penetapan rute resmi yang nantinya akan menjadi tulang punggung mobilitas kawasan Malang Raya di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung