Arema FC Sebelum Memulai Pertandingan (aremefc.com)
Malang - Tekanan besar sedang dirasakan Arema FC menjelang akhir musim Super League 2025-2026. Dua kekalahan beruntun dalam laga derby Jawa Timur membuat gelombang kritik dari Aremania semakin keras. Namun, manajemen Singo Edan memilih menjadikan kritik tersebut sebagai energi untuk bangkit di tiga pertandingan tersisa musim ini.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa pihak klub menerima seluruh aspirasi yang disampaikan Aremania sebagai bentuk kepedulian terhadap tim kebanggaan Malang tersebut. Menurutnya, situasi ini harus dijawab dengan kerja keras dan hasil nyata di lapangan.
Setelah kalah telak 0-4 dari Persebaya Surabaya dan tumbang 2-3 saat menghadapi Persik Kediri, Arema kini menyisakan tiga pertandingan penting. Singo Edan dijadwalkan menghadapi PSM Makassar, PSBS Biak, dan PSIM Yogyakarta sebelum musim berakhir.
Laga terdekat akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5/2026) sore. Pertandingan melawan PSM menjadi momentum penting bagi Arema untuk memulihkan kepercayaan suporter sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
“Kami mendesak pelatih dan pemain untuk serius berbenah. Jawaban terbaik atas kritik Aremania adalah kemenangan di lapangan,” tegas Yusrinal.
Pria yang akrab disapa Inal itu juga mengingatkan bahwa para pemain tidak boleh terlena hanya karena posisi Arema sudah aman dari ancaman degradasi. Menurutnya, semangat bertarung harus tetap dijaga hingga pekan terakhir kompetisi.
Saat ini Arema menempati posisi ke-10 klasemen sementara dengan koleksi 39 poin. Raihan tersebut sudah cukup memastikan mereka aman dari kejaran tim papan bawah. Meski begitu, manajemen ingin tim tetap tampil maksimal demi menjaga harga diri klub dan loyalitas Aremania.
Musim ini persaingan di zona bawah memang berlangsung ketat. Dua tim, yakni PSBS Biak dan Semen Padang, dipastikan harus turun kasta ke Championship musim depan. Sementara satu slot degradasi lainnya masih diperebutkan beberapa tim.
“Kami merasakan kekecewaan yang sama. Tidak ada alasan untuk bersantai meski sudah lolos degradasi,” pungkas Yusrinal.
Kini sorotan tertuju pada bagaimana Arema merespons tekanan tersebut. Di tengah kritik yang terus berdatangan, kemenangan menjadi harga mati untuk mengembalikan semangat tim sekaligus menjaga hubungan dengan Aremania yang selama ini dikenal setia mendukung di situasi apa pun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com