Senin, 27 APRIL 2026 • 22:19 WIB

Keripik Tempe, Oleh-Oleh Asli Malang yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kue Artis

Author

Keripik Tempe Khas Malang (Foto Istimewa)
Life - Malang dikenal sebagai kota wisata. Setiap akhir pekan dan musim liburan, arus pengunjung terus datang. Dari wisata alam hingga kuliner, Malang punya banyak pilihan. Namun saat bicara oleh-oleh khas, ada satu produk yang konsisten bertahan sejak dulu. Keripik tempe.

Di tengah menjamurnya kue artis di berbagai kota besar, termasuk Malang, keripik tempe tetap jadi pilihan utama wisatawan. Produk ini bukan tren sesaat. Ini bagian dari identitas kuliner lokal yang sudah berjalan puluhan tahun.

Sentra produksi keripik tempe di kawasan Sanan jadi bukti nyata. Ratusan pelaku UMKM menggantungkan hidup dari produksi ini. Data dari pelaku usaha setempat menunjukkan produksi bisa mencapai puluhan ton per hari saat musim liburan. Distribusinya tidak hanya ke wisatawan langsung, tapi juga ke luar kota hingga ekspor skala kecil.

Keripik tempe punya keunggulan yang sulit ditandingi produk lain. Tahan lama. Mudah dibawa. Harga terjangkau. Rasa variatif. Mulai dari original, pedas, balado, hingga varian modern seperti keju dan barbeque.

Berbeda dengan kue artis yang sempat populer karena kekuatan branding selebritas, keripik tempe tumbuh dari budaya konsumsi masyarakat. Tidak bergantung pada figur publik. Tidak bergantung pada hype media sosial. Produk ini bertahan karena kualitas dan kebiasaan.

Fenomena kue artis di Malang sendiri sempat ramai beberapa tahun lalu. Banyak brand masuk dengan konsep serupa. Mengandalkan nama besar untuk menarik perhatian. Namun sebagian besar tidak bertahan lama. Pola konsumsi wisatawan berubah. Mereka kembali mencari produk yang lebih autentik.

Wisatawan hari ini cenderung mencari pengalaman lokal. Mereka ingin membawa pulang sesuatu yang benar-benar mencerminkan daerah yang dikunjungi. Di titik ini, keripik tempe punya posisi kuat.

Dari sisi bahan baku, tempe adalah makanan khas Indonesia yang sudah diakui dunia. Proses fermentasi kedelai menghasilkan cita rasa khas dan nilai gizi tinggi. Ketika diolah menjadi keripik, nilai praktisnya meningkat tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Bagi pelaku UMKM, keripik tempe juga lebih stabil secara bisnis. Bahan baku mudah didapat. Proses produksi bisa dikembangkan bertahap. Risiko kerugian lebih kecil dibanding produk yang bergantung pada tren.

Kondisi ini jadi pelajaran penting bagi industri oleh-oleh. Produk lokal dengan akar budaya kuat memiliki daya tahan lebih panjang dibanding produk berbasis tren.

Jika Anda berkunjung ke Malang, pilihan oleh-oleh bukan soal mana yang sedang viral. Tapi mana yang benar-benar mewakili kota ini. Dan jawabannya masih sama sejak dulu. Keripik tempe.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU