Senin, 27 APRIL 2026 • 22:18 WIB

Kampung Topeng Malang Terlupakan. Dulu Ikon Wisata, Kini Terbengkalai

Author

Kampung Topeng Kini Sepi Pengunjung (Foto Istimewa)

Malang - Kampung Topeng Malang pernah jadi magnet wisata baru di Kota Malang. Kampung tematik ini dikenal lewat deretan rumah warna-warni dengan mural topeng khas Malangan. Wisatawan datang untuk foto, belajar budaya, dan menikmati suasana unik di kawasan perbukitan.

Sekarang kondisinya berubah drastis. Banyak sudut kampung terlihat tak terawat. Cat dinding mulai pudar. Beberapa bagian rusak dan dibiarkan. Akses jalan kurang terjaga. Area yang dulu ramai kini sepi pengunjung.

Warga sekitar merasakan dampaknya langsung. Aktivitas ekonomi yang dulu tumbuh dari kunjungan wisata ikut menurun. Warung kecil, penjual suvenir, hingga jasa foto kehilangan pemasukan. Kampung yang dulu hidup perlahan kehilangan daya tariknya.

Padahal konsep awal kampung ini kuat. Topeng Malangan punya nilai budaya tinggi. Karakter seperti Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji bukan sekadar hiasan visual. Ini identitas lokal yang bisa dikembangkan jadi edukasi budaya dan atraksi wisata berkelanjutan.

Beberapa faktor jadi penyebab kondisi ini. Minim perawatan rutin. Kurangnya program aktivasi wisata. Promosi yang berhenti di tengah jalan. Kolaborasi antar pihak belum berjalan optimal.

Kampung tematik seperti ini butuh konsistensi. Tanpa pengelolaan yang jelas, daya tarik akan cepat hilang. Wisata bukan hanya dibangun, tapi harus dirawat dan dihidupkan terus. Jika dikelola serius, kampung ini bisa kembali jadi ikon wisata kreatif Kota Malang. Bukan sekadar spot foto, tapi ruang hidup budaya yang memberi dampak nyata bagi warganya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU