Life - Di tengah ramainya kuliner Kota Malang, satu nama ini sering bikin penasaran. Bagoplek. Singkatan dari bakso goreng plek. Namanya sederhana, tapi rasanya bikin orang rela antre sejak pagi.
Salah satu cabangnya ada di Pasar Oro Oro Dowo. Lokasinya strategis dan mudah ditemukan. Setiap hari, lapak ini mulai buka pukul 07.00. Belum sampai siang, biasanya sudah habis. Jam operasionalnya hanya sampai pukul 13.00. Bahkan sering tutup lebih cepat karena stok ludes.
Yang membuat Bagoplek berbeda ada pada teksturnya. Bakso goreng ini menggunakan daging ayam. Bagian luarnya renyah. Bagian dalamnya tetap lembut dan terasa gurih. Tidak keras seperti bakso goreng pada umumnya.
Proses gorengnya juga jadi kunci. Adonan dibentuk kecil-kecil lalu digoreng hingga mengembang. Hasilnya ringan saat digigit. Tidak terlalu berminyak. Ini yang bikin banyak pelanggan bisa makan dalam jumlah banyak tanpa cepat enek.
Harga yang ditawarkan juga ramah. Cocok untuk semua kalangan. Mulai dari pelajar, pekerja, sampai wisatawan yang sedang berburu kuliner pagi di Malang.
Banyak pelanggan datang bukan hanya untuk makan di tempat. Mereka juga membeli dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang. Bahkan tidak sedikit yang menjadikannya oleh-oleh khas Malang versi “anti mainstream”.
Jika kamu ingin mencoba, datang lebih pagi. Di atas jam 10.00, antrean mulai padat. Risiko kehabisan juga makin besar.
Bagoplek bukan sekadar bakso goreng. Ini contoh bagaimana inovasi sederhana bisa jadi daya tarik kuat di tengah persaingan kuliner. Di Malang, hal kecil seperti ini justru yang sering jadi legenda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung