Senin, 27 APRIL 2026 • 23:45 WIB

Sarwo Migunani di Malang: Dari Sampah Jadi Karya, Dari Ide Jadi Gerakan

Author

Founder Hotbottles Recycle Company, Taufiq Sholeh Saguanto bersama para Kolega (Foto Istimewa)

Malang - Gerakan kreatif berbasis pengolahan sampah kembali tumbuh di Kota Malang. Kali ini hadir lewat inisiatif Hotbottles yang menggabungkan pameran karya, peluncuran buku, dan pembentukan komunitas dalam satu momentum.

Sebanyak 28 karya upcycle dipamerkan ke publik. Material utamanya berasal dari limbah, terutama plastik. Setiap karya menunjukkan bahwa sampah bisa diolah menjadi produk yang fungsional sekaligus menarik secara visual. Tidak hanya hasil akhir, proses kreatif juga ditampilkan. Pengunjung bisa melihat bagaimana limbah dipilah, dibentuk, hingga menjadi produk siap pakai.

Gerakan ini berangkat dari filosofi “Sarwo Migunani”. Nilai ini menegaskan bahwa setiap hal memiliki potensi manfaat. Dalam konteks ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai sisa. Sampah menjadi bahan baku yang membuka peluang kreativitas dan nilai ekonomi.

Pendekatan yang digunakan tidak berhenti di pameran. Hotbottles juga meluncurkan buku berjudul “Sarwo Migunani”. Buku ini berisi pengalaman, ide, dan metode praktis dalam mengolah limbah. Isinya disusun agar mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan. Targetnya jelas. Masyarakat yang ingin mulai bergerak di bidang pengolahan sampah kreatif.

Langkah berikutnya adalah pembentukan komunitas “Garbage Designer” di Kota Malang. Komunitas ini menjadi ruang kolaborasi. Anggotanya bisa belajar, berbagi ide, dan mengembangkan produk berbasis limbah. Fokus utamanya pada edukasi, eksplorasi desain, dan penguatan ekosistem kreatif.

Model gerakan ini sederhana dan bisa direplikasi. Edukasi hadir lewat buku. Inspirasi muncul dari pameran. Kolaborasi tumbuh melalui komunitas. Tiga elemen ini saling terhubung dan membentuk ekosistem yang berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya volume sampah, pendekatan seperti ini memberi arah baru. Bukan sekadar mengurangi limbah, tetapi mengubahnya menjadi peluang. Kota Malang menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari kreativitas yang dekat dengan keseharian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU