Malang - Kabar kurang mengenakkan datang dari Arema FC. Tim berjuluk Singo Edan dipastikan kehilangan salah satu pemain andalannya, Pablo Oliveira, hingga akhir kompetisi 2025/2026. Cedera serius memaksanya menepi lebih lama dari perkiraan.
Pablo harus menjalani dua operasi sekaligus pada bagian lutut, yakni Anterior Cruciate Ligament dan Medial Collateral Ligament. Cedera ini tergolong berat karena melibatkan dua ligamen penting yang berperan dalam stabilitas lutut.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan otot pada kedua kaki Pablo. Sebelumnya, ia sempat mengalami cedera ACL di kaki kanan pada pertengahan musim lalu. Dampaknya, kaki kiri bekerja lebih keras dari batas normal.
Kondisi ini memicu tekanan berlebih pada lutut kiri hingga akhirnya ligamen ACL dan MCL mengalami putus. Hasil pemeriksaan MRI dan diagnosis dokter mengonfirmasi bahwa operasi menjadi satu-satunya langkah yang harus diambil.
Rencananya, Pablo akan kembali ke Brasil untuk menjalani proses operasi dan pemulihan. Ia dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat. Proses recovery diprediksi memakan waktu panjang karena dua bagian vital harus ditangani sekaligus.
Kehilangan Pablo menjadi pukulan bagi Arema FC. Opsi pemain asing semakin terbatas, sementara kompetisi menyisakan enam laga penting. Tim dituntut cepat beradaptasi dengan komposisi pemain yang ada.
Manajemen memastikan tetap bertanggung jawab penuh terhadap proses pemulihan Pablo. Meskipun kontraknya berakhir di penghujung musim, klub berkomitmen menanggung biaya pengobatan hingga pulih.
Situasi ini menjadi ujian bagi Arema FC dalam menjaga performa tim di sisa kompetisi. Tanpa Pablo, konsistensi permainan akan sangat bergantung pada kedalaman skuad yang tersisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com