Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 28 APRIL 2026 • 08:46 WIB

Arema FC Terusir dari Rumah Sendiri, Derbi Jatim di Bali Sisakan Luka dan Tekad

Arema FC Terusir dari Rumah Sendiri, Derbi Jatim di Bali Sisakan Luka dan TekadSesi Latihan Arema FC (aremafc.com)

Bali - Laga panas antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya kembali menghadirkan ironi. Derbi Jawa Timur yang seharusnya digelar di Malang justru harus berpindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. Arema datang sebagai tuan rumah, tetapi tanpa rumah yang sesungguhnya.

Keputusan ini bukan hal baru. Sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, Arema belum sepenuhnya bisa kembali bermain dengan dukungan penuh di Malang. Situasi ini terus berulang, termasuk saat menjamu Persebaya di putaran kedua musim ini. Padahal, pada pertemuan pertama 22 November 2025, Persebaya dengan leluasa memainkan laga di Stadion Gelora Bung Tomo.

Pelatih Arema, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, tidak menutupi rasa kecewanya. Ia mengakui ada perasaan bersalah karena timnya gagal menghadirkan atmosfer kandang untuk Aremania. Baginya, bermain di Malang bukan sekadar soal lokasi, tetapi energi yang datang dari tribun.

Ia memahami luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Namun di sisi lain, ia melihat timnya kehilangan kekuatan penting. Dukungan langsung dari suporter sering menjadi pembeda dalam laga besar seperti derbi. Tanpa itu, Arema harus mencari cara lain untuk menjaga semangat tetap menyala.

Meski begitu, fokus tim tidak berubah. Marcos memastikan para pemain tetap siap tempur. Setelah menyelesaikan laga tandang melawan Persib Bandung, tim langsung bertolak ke Bali untuk menjaga ritme persiapan. Kondisi fisik memang tidak ideal, tetapi strategi tetap dimatangkan.

Ia menegaskan bahwa efektivitas di depan gawang akan menjadi kunci. Peluang sekecil apa pun harus dikonversi menjadi gol. Di saat yang sama, lini pertahanan juga harus disiplin menghadapi tekanan dari Persebaya yang dikenal solid dan agresif.

Gelandang Arema, Gustavo Franca, merasakan hal yang sama. Absennya Aremania di stadion menjadi kehilangan besar. Ia menyebut kehadiran suporter saat melawan Persib memberi dorongan mental yang signifikan. Kini, tim harus mengandalkan motivasi internal.

Namun Franca menegaskan bahwa kesiapan tim tidak berkurang. Secara mental dan fisik, pemain tetap siap menghadapi laga berat ini. Targetnya jelas. Memberikan performa terbaik dan membawa kebanggaan untuk Aremania di Malang, meski mereka hanya bisa mendukung dari jauh.

Pertandingan pekan ke-30 Super League ini akan digelar pada Selasa, 28 April 2026 pukul 15.30 WIB di Bali. Derbi tetap berjalan. Rivalitas tetap panas. Tetapi ada satu hal yang terasa berbeda. Arema kembali bermain jauh dari rumahnya sendiri, membawa luka yang belum selesai, sekaligus tekad untuk tetap berdiri dan melawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Arema FC Terusir dari Rumah Sendiri, Derbi Jatim di Bali Sisakan Luka dan Tekad

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!