Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 29 APRIL 2026 • 21:09 WIB

Kota Batu Gelar Festival Film Anak Internasional Perdana, Diikuti 23 Negara

Kota Batu Gelar Festival Film Anak Internasional Perdana, Diikuti 23 NegaraBatu International Kids Film Festival (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

News - Kota Batu mulai mengambil langkah baru dalam peta industri kreatif Indonesia. Tidak lagi hanya dikenal sebagai kota wisata keluarga, Batu kini menghadirkan ruang serius bagi perkembangan film anak melalui gelaran Batu International Kids Film Festival 2026.

Festival ini menjadi yang pertama digelar dengan skala internasional dan langsung menarik perhatian dunia. Selama tiga hari, sejak 29 April hingga 1 Mei 2026, Batu berubah menjadi ruang pertemuan ide, imajinasi, dan pembelajaran bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

Konsep yang dihadirkan tidak berhenti pada pemutaran film. Festival ini dirancang sebagai pengalaman menyeluruh yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan interaksi langsung dengan alam. Tema Nature, Nurture, Future menjadi arah utama, di mana anak-anak diajak tidak hanya menonton, tetapi juga memahami nilai empati, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Langkah ini lahir dari kebutuhan yang nyata. Akses terhadap tontonan berkualitas untuk anak masih terbatas. Ruang kreatif yang aman dan inklusif juga belum merata, terutama bagi anak dengan kebutuhan khusus. Festival ini hadir untuk menjawab kekosongan tersebut dengan pendekatan yang lebih terbuka dan ramah anak.

Kota Batu Gelar Festival Film Anak Internasional Perdana, Diikuti 23 NegaraKehadiran Anak Anak Membuat Semakin Meriah (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Respons global terhadap ajang ini cukup kuat. Sebanyak 216 film dari 23 negara turut mendaftar, menunjukkan bahwa film anak dengan nilai edukatif memiliki tempat tersendiri di industri internasional. Angka ini juga menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai dilirik sebagai bagian dari ekosistem perfilman anak dunia.

Selama festival berlangsung, berbagai program disiapkan untuk memperkaya pengalaman peserta. Pemutaran film kompetisi dan non-kompetisi menjadi daya tarik utama, dilengkapi dengan kelas akting, workshop seni, hingga aktivitas berbasis lingkungan. Tidak hanya itu, diskusi dan masterclass juga menghadirkan praktisi film dari dalam dan luar negeri, membuka ruang belajar yang lebih luas.

Festival ini juga bergerak di luar layar. Kehadirannya membuka peluang kolaborasi bagi sineas, komunitas, hingga pelaku industri kreatif. Dampaknya terasa langsung pada ekonomi lokal, terutama melalui keterlibatan UMKM dan sektor pariwisata yang ikut bergerak selama acara berlangsung.

Pemilihan Batu sebagai lokasi bukan keputusan acak. Statusnya sebagai kota ramah anak dan destinasi wisata keluarga menjadi fondasi kuat. Ditambah dengan lingkungan alam yang sejuk, festival ini terasa lebih relevan dan kontekstual bagi anak-anak yang menjadi pusat perhatian.

Target jangka panjangnya jelas. Festival ini ingin tumbuh menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan. Lebih jauh, inisiatif ini diharapkan mampu memicu lahirnya lebih banyak film anak di Indonesia. Bukan hanya soal industri, tetapi juga tentang membentuk generasi yang lebih kreatif, kritis, dan memiliki kepedulian sosial melalui medium film.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kota Batu Gelar Festival Film Anak Internasional Perdana, Diikuti 23 Negara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!