Syahrul Trisna Fadillah. (Timnas Indonesia)Malang - Arema FC mulai tancap gas menyusun kekuatan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Setelah berpisah dengan penjaga gawang asing Lucas Frigeri, manajemen Singo Edan kini fokus mencari sosok baru yang mampu menjaga kokohnya lini pertahanan tim.
Kepergian Frigeri membuat stok penjaga gawang Arema FC menipis. Saat ini hanya tersisa M. Adi Satryo sebagai kiper yang dipastikan berada dalam skuad. Sementara masa depan Gianluca Pandeynuwu masih belum jelas karena statusnya musim lalu hanya sebagai pemain pinjaman.
Situasi tersebut membuat Arema FC bergerak cepat di bursa transfer. Posisi penjaga gawang menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dari manajemen dan tim pelatih.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa proses perekrutan pemain sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum kompetisi berakhir. Bahkan beberapa target disebut telah mencapai kesepakatan dengan klub.
Menurut Yusrinal, kebutuhan tim musim depan tidak mengharuskan adanya perombakan besar-besaran. Manajemen hanya akan mendatangkan sejumlah pemain sesuai kebutuhan posisi yang ditinggalkan para pemain lama.
Pergerakan Arema FC semakin menarik setelah manajemen memberikan sinyal akan menghadirkan pemain berlabel Tim Nasional Indonesia. Pernyataan tersebut langsung memancing rasa penasaran Aremania yang menantikan wajah-wajah baru di skuad Singo Edan.
Komisaris Arema FC, Munif Wakid, sempat memberikan petunjuk bahwa salah satu pemain yang sedang dibidik memiliki label Timnas Indonesia dan berasal dari luar Pulau Jawa. Meski tidak menyebut nama secara langsung, petunjuk tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pendukung.
Salah satu nama yang kini santer dikaitkan dengan Arema FC adalah penjaga gawang Borneo FC, Syahrul Trisna Fadillah. Kiper berusia 30 tahun itu dinilai menjadi opsi yang realistis sekaligus berpengalaman untuk mengisi kekosongan di bawah mistar.
Peluang Syahrul untuk bergabung dengan Arema FC terbilang cukup terbuka. Sepanjang musim 2025/2026, kesempatan bermainnya bersama Borneo FC relatif terbatas. Ia harus bersaing dengan Nadeo Argawinata yang tampil konsisten sebagai pilihan utama. Selain itu, Borneo FC juga masih memiliki Daffa Fasya yang merupakan salah satu penjaga gawang potensial Timnas U-23 Indonesia.
Kondisi tersebut membuat peluang Syahrul mencari tantangan baru semakin besar. Kehadiran Arema FC yang membutuhkan sosok kiper berpengalaman dinilai menjadi solusi yang menguntungkan bagi kedua pihak.
Syahrul bukan nama asing di sepak bola nasional. Kiper asal Sleman itu pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persikabo 1973 sebelum berlabuh di Borneo FC. Pengalamannya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia serta rekam jejak bersama Timnas Indonesia menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Jika transfer ini benar-benar terwujud, Arema FC tidak hanya mendapatkan penjaga gawang berpengalaman, tetapi juga sosok yang memahami tekanan kompetisi level atas. Kehadiran Syahrul berpotensi memperkuat persaingan di sektor penjaga gawang sekaligus menjadi bagian penting dalam ambisi Singo Edan untuk tampil lebih kompetitif pada musim depan.
Kini, Aremania tinggal menunggu langkah resmi manajemen. Apakah Syahrul Trisna akan menjadi wajah baru di Stadion Kanjuruhan musim depan, atau justru muncul nama lain yang lebih mengejutkan, bursa transfer Arema FC dipastikan masih menyimpan banyak cerita menarik untuk dinantikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung