Malang - Antrean panjang terlihat di SPBU kawasan Soekarno Hatta, Kota Malang, pada Selasa malam sekitar pukul 20.02 WIB. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular hingga keluar area SPBU. Dampaknya, arus lalu lintas dari depan SPBU hingga Jalan Soekarno Hatta Indah mengalami kepadatan cukup signifikan.
Sejumlah warga memilih tetap mengantre meski kondisi jalan mulai macet. Beberapa pengendara terlihat mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar sambil menunggu giliran. Situasi ini memicu perlambatan kendaraan dari dua arah, terutama pada jam sibuk malam hari.
Fenomena antrean ini diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi membuat sebagian warga memilih mengisi bahan bakar lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan harga.
Namun, pemerintah telah memberikan klarifikasi resmi. BBM subsidi maupun nonsubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan harga pada April 2026. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik sekaligus mencegah aksi pembelian berlebihan.
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pembelian dalam jumlah wajar dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan stok dan menghindari antrean panjang seperti yang terjadi saat ini.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kepadatan bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Pola ini kerap terjadi saat muncul isu kenaikan harga, meski belum tentu benar.
Pengendara diimbau memilih waktu pengisian yang lebih sepi untuk menghindari antrean. Alternatif SPBU di sekitar kawasan juga bisa menjadi solusi agar distribusi kendaraan lebih merata.
Situasi lalu lintas di sekitar lokasi berangsur normal setelah antrean mulai berkurang. Meski demikian, warga tetap diminta bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan memastikan sumber berita sebelum mengambil keputusan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa arus informasi yang cepat perlu diimbangi dengan sikap tenang dan rasional. Keputusan sederhana seperti membeli BBM secara wajar dapat membantu menjaga ketertiban bersama di ruang publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung