Malang - Minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini berdampak langsung pada panjangnya masa tunggu keberangkatan. Di Kota Malang, fenomena ini juga terjadi dan menjadi perhatian banyak calon jamaah.
Data dari Kementerian Agama menunjukkan bahwa masa tunggu haji di beberapa daerah di Indonesia sudah mencapai puluhan tahun. Untuk wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Malang, waktu tunggu rata-rata berada di kisaran 30 hingga 35 tahun. Artinya, seseorang yang mendaftar hari ini kemungkinan baru akan berangkat saat usia sudah lanjut.
Kondisi ini membuat perencanaan menjadi sangat penting. Banyak warga Kota Malang kini mulai mendaftar haji sejak usia muda. Bahkan tidak sedikit orang tua yang mendaftarkan anaknya lebih awal agar mendapatkan nomor porsi lebih cepat.
Selain itu, kesadaran finansial juga mulai meningkat. Setoran awal haji saat ini sekitar Rp25 juta. Namun, biaya total bisa berubah mengikuti kebijakan dan kondisi ekonomi. Karena itu, calon jamaah perlu menyiapkan dana cadangan sejak awal agar tidak terbebani di masa depan.
Di sisi lain, panjangnya masa tunggu juga memunculkan tantangan baru. Salah satunya adalah kesiapan fisik jamaah saat waktu keberangkatan tiba. Banyak kasus menunjukkan jamaah harus menjaga kesehatan dalam jangka panjang agar tetap layak berangkat.
Pemerintah Kota Malang melalui Kantor Kementerian Agama terus melakukan sosialisasi terkait hal ini. Edukasi dilakukan agar masyarakat memahami prosedur, estimasi waktu tunggu, serta pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Masa tunggu yang panjang bukan alasan untuk menunda niat. Justru ini menjadi momentum untuk mempersiapkan diri dengan lebih matang. Dengan perencanaan yang tepat, ibadah haji bisa dijalani dengan lebih tenang dan maksimal saat waktunya tiba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung