Malang - Proses relokasi pedagang Pasar Induk Gadang mulai menunjukkan pergerakan nyata. Senin, 28 April, suasana pasar berubah drastis. Lapak-lapak pedagang buah dan ikan yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi mulai dibongkar. Suara palu dan aktivitas bongkar muat mendominasi area yang biasanya ramai oleh transaksi jual beli.
Langkah ini menjadi bagian dari rencana besar penataan ulang Pasar Induk Gadang. Para pedagang yang terdampak akan dipindahkan ke bangunan sementara yang berada di sisi timur kawasan pasar. Lokasi ini disiapkan sebagai tempat berjualan selama proses penataan berlangsung.
Menariknya, seluruh proses relokasi tidak dibiayai oleh pemerintah. Pedagang mengambil peran penuh. Pemerintah Kota Malang hanya menyediakan lahan. Sementara pembangunan lapak sementara dilakukan secara mandiri oleh para pedagang.
Skema yang digunakan adalah patungan. Setiap pedagang menyisihkan dana untuk membangun tempat baru. Nilainya tidak kecil. Biaya yang dikeluarkan mencakup material bangunan, tenaga kerja, hingga kebutuhan operasional selama proses perpindahan.
Di tengah tekanan biaya dan ketidakpastian, para pedagang tetap bergerak. Mereka memilih beradaptasi daripada menunggu. Relokasi ini tidak hanya soal pindah tempat, tetapi juga soal menjaga keberlangsungan usaha.
Aktivitas pembongkaran diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Setelah itu, pedagang akan mulai menempati lapak sementara yang sedang dibangun secara bertahap. Targetnya, proses perpindahan bisa selesai tanpa menghentikan roda ekonomi pasar.
Relokasi Pasar Induk Gadang menjadi potret bagaimana sektor informal bertahan dengan cara kolektif. Ketika fasilitas terbatas, solidaritas menjadi modal utama. Para pedagang tidak hanya memindahkan barang dagangan, tetapi juga membangun ulang harapan di tempat yang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung