Sabtu, 20 JUNI 2026 • 18:59 WIB

Matheus Blade Bertahan di Arema FC, Pilar Lini Tengah Singo Edan Dapat Kesempatan Kedua

Author

Matheus Blade (aremafc.com)

Malang - Arema FC memastikan salah satu motor permainan mereka tetap bertahan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Gelandang asal Brasil, Matheus Blade, kembali mendapatkan kepercayaan dari manajemen Singo Edan setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang musim lalu.

Keputusan mempertahankan pemain bernomor punggung 26 itu bukan tanpa alasan. Sepanjang musim 2025/2026, Blade menjadi sosok yang nyaris tak tergantikan di lini tengah Arema FC. Di bawah arahan Pelatih Kepala Marcos Santos, ia tampil dalam 30 pertandingan, jumlah terbanyak dibandingkan pemain lain di skuad Singo Edan.

Konsistensi menjadi nilai utama yang membuat Arema FC kembali memperpanjang kerja sama dengan pemain berusia 29 tahun tersebut. Tak hanya rajin tampil, Blade juga menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan permainan tim. Catatan 100 tekel sepanjang musim menjadikannya pemain dengan jumlah tekel terbanyak di skuad Arema FC.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa tim pelatih dan manajemen merasa puas dengan performa yang ditunjukkan Blade selama satu musim terakhir. Menurutnya, kehadiran sang gelandang memberikan dampak signifikan dalam berbagai pertandingan yang dijalani tim.

“Blade menjadi salah satu pemain yang konsisten di lini tengah tim musim lalu,” ujar Yusrinal.

Kemampuan Blade dinilai sangat lengkap sebagai seorang gelandang modern. Selain kuat dalam membantu pertahanan melalui tekel dan intersep, ia juga memiliki kemampuan distribusi bola yang sangat baik. Statistik menunjukkan tingkat akurasi umpannya mencapai 88 persen dari total 1.099 umpan yang dilepaskan sepanjang musim.

Data tersebut menggambarkan peran penting Blade sebagai penghubung antar lini. Ia bukan hanya bertugas memutus serangan lawan, tetapi juga menjadi pengatur ritme permainan ketika Arema FC membangun serangan dari lini belakang.

Keunggulan lain yang dimiliki Blade adalah fleksibilitasnya di lapangan. Pada beberapa pertandingan musim lalu, ia bahkan harus bergeser menjadi bek tengah saat Arema FC mengalami krisis pemain di sektor pertahanan. Meski bermain di luar posisi aslinya, Blade mampu menjalankan tugas dengan baik dan tetap tampil solid.

Faktor tersebut membuat manajemen tidak ragu untuk kembali mengandalkannya pada musim depan. Menariknya, proses perpanjangan kontrak berlangsung relatif mudah. Meski sempat mendapatkan sejumlah tawaran dari klub lain sejak pertengahan musim, Blade disebut lebih memprioritaskan untuk tetap berseragam Arema FC.

“Sejak pertengahan musim kemarin, dia juga sempat mendapatkan banyak tawaran. Tetapi kami juga ingin mempertahankannya untuk musim depan,” tambah Yusrinal.

Kesamaan keinginan antara klub dan pemain membuat proses negosiasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerja sama dan melangkah bersama menghadapi tantangan kompetisi musim 2026/2027.

Dengan bertahannya Matheus Blade, Arema FC setidaknya telah mengamankan salah satu fondasi penting di lini tengah. Pengalaman, konsistensi, serta kemampuan bermain di lebih dari satu posisi menjadi modal berharga bagi Singo Edan dalam menyusun kekuatan menghadapi musim baru yang diprediksi berlangsung semakin kompetitif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU