Koreo Bobotoh Persib (aremafc.com)
Bandung - Pertandingan panas antara Persib Bandung dan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Jumat 24 April 2026 dibuka dengan pemandangan yang tidak biasa. Bukan sekadar tensi tinggi di lapangan, tetapi pesan damai yang kuat dari tribun penonton.
Koreo besar terbentang. Menampilkan sosok Maung dan Singa yang berjabat tangan. Visual ini langsung mencuri perhatian. Bukan hanya soal estetika, tetapi makna di baliknya. Dua simbol kebanggaan masing-masing tim itu menyatu dalam satu frame. Mengirim pesan bahwa rivalitas tidak harus berujung permusuhan.
Tulisan “Respect to be Respected” mempertegas pesan tersebut. Kalimat sederhana ini menjadi pengingat. Suporter ingin dihargai, maka harus lebih dulu menghargai. Pesan ini terasa relevan di tengah sejarah panjang hubungan panas antara Bobotoh dan Aremania.
Atmosfer stadion pun ikut berubah. Sekitar 29.814 penonton memadati GBLA. Lebih dari seribu Aremania hadir langsung di stadion. Mereka tidak dipisahkan secara kaku. Duduk berdampingan dengan Bobotoh. Ini menjadi momen langka yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Dari tribun, suara dukungan tidak lagi terdengar seperti dua kubu yang saling berhadapan. Chant demi chant dilantunkan secara bergantian. Bahkan dalam beberapa momen, suara itu terdengar menyatu. Memberi energi berbeda bagi pertandingan di lapangan.
Momen ini menunjukkan perubahan cara pandang suporter. Rivalitas tetap ada. Tetapi cara mengekspresikannya mulai bergeser. Lebih dewasa. Lebih sadar akan dampak.
Apa yang terjadi di GBLA bisa menjadi contoh. Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Tetapi juga ruang untuk membangun solidaritas. Koreo Maung dan Singa bukan sekadar hiburan visual. Ini adalah pernyataan sikap.
Jika konsisten dijaga, momen seperti ini bisa menjadi titik balik. Rivalitas klasik tetap hidup. Tetapi dibingkai dengan rasa hormat. Dan dari tribun, pesan itu terasa lebih kuat daripada skor akhir pertandingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com