Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 12:34 WIB

éL Hotel Kartika Wijaya, Vila Mewah Peninggalan Kolonial yang Menjadi Ikon Bersejarah Kota Batu

éL Hotel Kartika Wijaya, Vila Mewah Peninggalan Kolonial yang Menjadi Ikon Bersejarah Kota BatuNampak El Hotel Kota Batu (Foto Istimewa)

Malang - Di balik sejuknya udara Kota Batu, berdiri sebuah bangunan tua yang telah menjadi saksi perjalanan sejarah selama lebih dari satu abad. Bangunan itu adalah éL Hotel Kartika Wijaya, hotel bersejarah yang hingga kini masih mempertahankan pesona arsitektur kolonialnya. Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum menjadi hotel, tempat ini merupakan vila mewah milik keluarga saudagar Belanda yang dikenal sebagai keluarga Sarkies.

Bangunan ini mulai didirikan pada akhir abad ke-19 sebagai vila peristirahatan akhir pekan. Kala itu, kawasan Batu dikenal sebagai daerah pegunungan dengan udara yang sejuk sehingga menjadi tujuan favorit masyarakat Eropa untuk melepas penat dari hiruk pikuk kota. Keluarga Sarkies, yang dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang perhotelan di Asia Tenggara, memilih kawasan ini sebagai lokasi vila pribadi mereka.

Berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Nomor 127, Kelurahan Pesanggrahan, Kota Batu, bangunan tersebut memperlihatkan karakter arsitektur kolonial yang masih terjaga hingga sekarang. Dinding tebal, jendela-jendela besar, langit-langit tinggi, serta teras luas menjadi ciri khas yang memberikan kenyamanan alami tanpa bergantung pada teknologi pendingin udara modern. Desain tersebut menjadi bukti bagaimana arsitektur kolonial mampu beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, fungsi bangunan mengalami perubahan. Vila pribadi itu kemudian berkembang menjadi hotel yang tetap mempertahankan identitas sejarahnya. Kini, éL Hotel Kartika Wijaya tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga destinasi bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana klasik di tengah perkembangan Kota Batu sebagai kawasan wisata modern.

Berjalan di area hotel ini menghadirkan pengalaman berbeda. Hamparan taman yang luas berpadu dengan bangunan utama bergaya Eropa menghadirkan nuansa tenang yang sulit ditemukan di hotel-hotel baru. Berbagai sudut bangunan masih mempertahankan detail asli yang mengingatkan pengunjung pada kehidupan masyarakat kolonial di masa lampau.

Keberadaan éL Hotel Kartika Wijaya menjadi contoh bahwa bangunan bersejarah dapat tetap hidup tanpa kehilangan nilai warisannya. Alih fungsi menjadi hotel justru membuat bangunan ini terus dirawat dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Setiap tamu yang datang bukan hanya menikmati fasilitas penginapan, tetapi juga merasakan atmosfer sejarah yang masih melekat pada setiap ruang dan koridornya.

Di tengah pesatnya pembangunan Kota Batu sebagai destinasi wisata, éL Hotel Kartika Wijaya menjadi pengingat bahwa sejarah memiliki peran penting dalam membentuk identitas sebuah daerah. Bangunan yang dahulu menjadi tempat beristirahat keluarga saudagar Belanda itu kini menjadi salah satu ikon heritage Kota Batu yang menyimpan kisah panjang tentang arsitektur, budaya, dan perjalanan waktu yang masih dapat dinikmati hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

éL Hotel Kartika Wijaya, Vila Mewah Peninggalan Kolonial yang Menjadi Ikon Bersejarah Kota Batu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!