Malang - Di usia senja, banyak orang ingin hidup bersama keluarga. Namun tidak semua lansia memiliki kesempatan itu. Sebagian harus menjalani hari tua tanpa pendamping, bahkan tanpa tempat tinggal yang layak.
Kondisi ini melahirkan Griya Lansia Husnul Khatimah. Tempat ini menjadi ruang perlindungan bagi lansia terlantar yang tidak memiliki keluarga atau tidak lagi dirawat.
Griya ini mulai dirintis pada 2019. Latar belakangnya sederhana. Banyak lansia ditemukan hidup di jalan. Sebagian meninggal tanpa ada yang mengurus. Dari situ muncul inisiatif untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak.
Bangunan griya dibuat seperti asrama. Terdapat puluhan kamar yang menghadap ke taman terbuka. Kapasitasnya sekitar 60 orang. Lansia laki-laki dan perempuan ditempatkan di ruang terpisah agar lebih nyaman.
Penghuni datang dari berbagai kondisi. Banyak yang ditemukan di jalan oleh relawan. Ada juga yang dirujuk dinas sosial. Sebagian lain datang dari keluarga sendiri karena keterbatasan biaya dan tenaga untuk merawat.
Salah satu kisah yang sempat menarik perhatian adalah Trimah, lansia asal Magelang. Ia datang dalam kondisi pasca stroke. Tidak bisa berjalan, namun masih bisa berkomunikasi. Kisah ini menggambarkan realitas yang dihadapi banyak lansia.
Aktivitas harian di dalam griya berjalan teratur. Lansia diajak menjalani ibadah bersama. Salat berjamaah, mengaji, dan doa rutin dilakukan setiap hari. Pendekatan ini memberi ketenangan dan rasa dimiliki.
Perawatan dilakukan oleh tim terbatas. Hanya beberapa perawat yang menangani puluhan lansia. Mereka membantu makan, mandi, hingga kebutuhan harian. Semua dilakukan dengan pendekatan penuh kepedulian.
Seluruh layanan diberikan gratis. Operasional bergantung pada donasi masyarakat. Kebutuhan bulanan mencapai puluhan juta rupiah untuk makan, listrik, dan perawatan.
Griya Lansia Husnul Khatimah bukan sekadar tempat tinggal. Tempat ini menjadi ruang terakhir bagi mereka yang tidak lagi punya tujuan pulang. Di sini, para lansia tetap mendapatkan perhatian, perawatan, dan kesempatan menjalani sisa hidup dengan lebih layak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung