Life - Ketika berbicara tentang identitas Kota Malang, banyak orang langsung teringat pada apel, udara sejuk, atau deretan taman kota yang hijau. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa Kota Malang memiliki flora resmi yang telah ditetapkan secara khusus, yaitu pohon Andong Merah. Tanaman dengan daun berwarna merah keunguan ini bukan sekadar penghias taman, melainkan bagian dari identitas daerah yang memiliki nilai sejarah dan filosofi.
Penetapan Andong Merah sebagai flora khas Kota Malang dilakukan melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 5225/16774/032/1996. Keputusan tersebut menjadi dasar resmi yang menetapkan Andong Merah sebagai flora identitas Kota Malang, sementara burung manyar ditetapkan sebagai fauna khas kota.
Andong Merah dikenal sebagai tanaman hias yang mudah dikenali dari bentuk daunnya yang memanjang dengan warna merah marun hingga ungu kemerahan. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di berbagai kondisi cuaca, tidak memerlukan perawatan yang rumit, dan memiliki daya tahan yang tinggi. Karakter tersebut membuat Andong Merah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman penghias taman, pagar hidup, hingga ruang terbuka hijau di berbagai sudut Kota Malang.
Di balik tampilannya yang sederhana, Andong Merah memiliki makna yang cukup dalam. Dalam berbagai budaya di Nusantara, tanaman ini sering dikaitkan dengan perlindungan, keteguhan, dan harapan akan kehidupan yang harmonis. Nilai filosofis tersebut selaras dengan semangat Kota Malang sebagai kota pendidikan, kota sejarah, sekaligus kota yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya.
Keberadaan Andong Merah sebenarnya cukup mudah dijumpai. Tanaman ini banyak menghiasi taman kota, halaman perkantoran, sekolah, hingga kawasan permukiman. Warna daunnya yang mencolok memberikan kontras alami dengan tanaman hijau di sekitarnya sehingga menghadirkan kesan asri sekaligus mempercantik lanskap perkotaan.
Sayangnya, popularitas Andong Merah masih kalah dibandingkan ikon-ikon lain yang melekat pada Kota Malang. Banyak masyarakat, bahkan warga lokal, belum mengetahui bahwa tanaman ini merupakan flora resmi daerah. Padahal, pengenalan flora identitas dapat menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki terhadap lingkungan dan kekayaan hayati daerah.
Menjaga keberadaan Andong Merah bukan hanya soal melestarikan tanaman hias. Upaya tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang yang telah ditetapkan sejak puluhan tahun lalu. Semakin banyak ruang publik yang menghadirkan Andong Merah, semakin kuat pula pengingat bahwa setiap daerah memiliki kekhasan alam yang patut dikenali, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Di tengah pesatnya pembangunan kota, Andong Merah tetap berdiri sebagai simbol yang sederhana namun bermakna. Warnanya yang khas menjadi penanda bahwa identitas sebuah kota tidak selalu diwujudkan melalui bangunan megah atau monumen besar, melainkan juga melalui kekayaan flora yang tumbuh dan hidup bersama masyarakatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online