Senin, 29 JUNI 2026 • 10:59 WIB

Desa Wisata Sidomulyo, Kampung Bunga yang Menghidupi Kota Batu Lewat Keindahan

Author

Kampung Bunga Desa Sidomulya (Foto Istimewa)

Life - Ketika berbicara tentang Kota Batu, banyak orang langsung teringat hamparan kebun apel atau udara pegunungannya yang sejuk. Namun, ada satu destinasi yang memiliki pesona berbeda dan menjadi identitas tersendiri bagi kota ini, yaitu Desa Wisata Sidomulyo. Berada di Kecamatan Batu, desa ini lebih dikenal sebagai "Kampung Bunga" karena hampir seluruh sudut wilayahnya dipenuhi aneka tanaman hias dan bunga potong yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat.

Memasuki Desa Sidomulyo, pengunjung akan disambut deretan kios bunga, rumah-rumah warga yang dihiasi tanaman hias, hingga lahan pertanian yang dipenuhi warna-warni bunga. Aktivitas bercocok tanam telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat selama bertahun-tahun. Mayoritas penduduk menggantungkan mata pencaharian sebagai petani bunga, mulai dari proses pembibitan, perawatan, hingga distribusi ke berbagai daerah di Indonesia.

Tidak hanya menghasilkan bunga potong untuk kebutuhan dekorasi dan florist, Sidomulyo juga menjadi sentra tanaman hias dengan ribuan jenis koleksi. Mawar, krisan, dahlia, monstera, aglaonema, sukulen, hingga berbagai tanaman eksotis dapat ditemukan dengan mudah. Keberagaman tersebut menjadikan desa ini sebagai salah satu pusat perdagangan tanaman hias terbesar di Jawa Timur.

Keunikan Desa Sidomulyo bukan hanya terletak pada hasil pertaniannya, tetapi juga pada konsep wisata yang dikembangkan bersama masyarakat. Pengunjung dapat berjalan menyusuri lorong-lorong desa yang dipenuhi tanaman, melihat langsung proses budidaya bunga, hingga membeli tanaman langsung dari petaninya. Pengalaman tersebut menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan berbelanja di pusat tanaman hias biasa karena wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan para petani yang memahami karakter setiap tanaman.

Sebagai desa wisata, Sidomulyo terus berinovasi melalui pengembangan kawasan wisata berbasis agroindustri. Salah satu daya tariknya adalah Mall Bunga Sidomulyo yang menjadi pusat promosi sekaligus pemasaran berbagai produk florikultura. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat posisi Sidomulyo sebagai destinasi wisata edukasi yang menggabungkan keindahan alam, aktivitas pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain menikmati keindahan bunga, wisatawan juga dapat mengikuti berbagai paket wisata edukasi, mulai dari mengenal teknik budidaya tanaman, memetik bunga potong, hingga menikmati suasana pedesaan yang masih asri. Beberapa homestay yang dikelola warga juga tersedia bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menginap di tengah kampung bunga.

Keberhasilan Desa Wisata Sidomulyo menunjukkan bahwa sektor pertanian mampu berkembang menjadi kekuatan pariwisata tanpa kehilangan identitasnya. Bunga bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi wajah desa, sumber penghidupan masyarakat, sekaligus daya tarik yang mengundang wisatawan untuk datang. Perpaduan antara kearifan lokal, kreativitas warga, dan pengelolaan wisata berbasis komunitas menjadikan Sidomulyo sebagai contoh bagaimana sebuah desa dapat tumbuh melalui potensi yang dimiliki sejak lama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU