Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 29 APRIL 2026 • 21:45 WIB

Lingkar Universitas Brawijaya, Simpul Padat yang Tak Pernah Sepi di Kota Malang

Lingkar Universitas Brawijaya, Simpul Padat yang Tak Pernah Sepi di Kota MalangLingkar UB masih Menjadi Titik Kemacetan Kota Malang (Foto Istimewa)

Malang - Lingkar Universitas Brawijaya masih menjadi wajah klasik kemacetan di Kota Malang. Setiap pagi dan sore, arus kendaraan mengular dari berbagai arah. Motor, mobil pribadi, hingga angkutan online saling berebut ruang di jalan yang kapasitasnya tidak lagi sebanding dengan volume kendaraan.

Kawasan ini memang punya daya tarik tinggi. Ribuan mahasiswa beraktivitas setiap hari. Belum lagi dosen, karyawan, serta pelaku usaha yang menggantungkan hidup di sekitar kampus. Pergerakan orang terjadi hampir tanpa jeda, dari pagi hingga malam. Ritme ini menciptakan tekanan besar pada ruas jalan lingkar yang menjadi akses utama.

Masalahnya tidak berdiri sendiri. Banyak pengendara berhenti sembarangan untuk menurunkan penumpang. Parkir liar juga masih terlihat di beberapa titik. Kondisi ini mempersempit badan jalan dan memperlambat laju kendaraan. Di jam sibuk, waktu tempuh yang seharusnya hanya beberapa menit bisa membengkak dua hingga tiga kali lipat.

Fenomena ini juga dipicu oleh pola mobilitas mahasiswa. Penggunaan kendaraan pribadi masih mendominasi. Transportasi umum belum menjadi pilihan utama. Akibatnya, lonjakan kendaraan sulit dikendalikan, terutama saat jam masuk dan pulang kuliah.

Di sisi lain, pertumbuhan kafe, kos, dan pusat kuliner di sekitar kampus ikut menambah beban lalu lintas. Kawasan yang awalnya hanya berfungsi sebagai jalur penghubung kini berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi. Perubahan fungsi ini tidak diikuti dengan penataan lalu lintas yang memadai.

Upaya penanganan sebenarnya sudah dilakukan. Penertiban parkir, rekayasa lalu lintas, hingga kehadiran petugas di jam sibuk menjadi langkah rutin. Namun, solusi ini masih bersifat jangka pendek. Kemacetan tetap berulang setiap hari.

Lingkar Universitas Brawijaya kini menjadi cermin persoalan mobilitas perkotaan di Malang. Pertumbuhan kota yang cepat tidak selalu diiringi dengan kesiapan infrastruktur. Jika tidak ada langkah strategis yang lebih terintegrasi, titik ini akan terus menjadi simpul padat yang sulit diurai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lingkar Universitas Brawijaya, Simpul Padat yang Tak Pernah Sepi di Kota Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!