Gustavo Franca Cukup Kerepotan (aremafc.com)
Malang - Laga sarat gengsi antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berubah menjadi mimpi buruk bagi Singo Edan. Bertanding pada Selasa, 28 April 2026, Arema harus menerima kekalahan telak 0-4 dalam duel yang sejak awal sudah dipenuhi tensi tinggi.
Pertandingan berjalan cukup seimbang di babak pertama. Kedua tim saling membaca permainan dan mencoba membangun serangan. Namun situasi berubah drastis setelah jeda. Persebaya tampil lebih agresif dan langsung mengambil alih kendali permainan. Intensitas serangan meningkat, sementara lini pertahanan Arema mulai kehilangan organisasi.
Gol pembuka menjadi titik balik. Francisco Rivera mencetak gol pertama yang langsung mengubah ritme pertandingan. Setelah itu, tekanan terus datang tanpa henti. Arema kesulitan keluar dari tekanan dan gagal mengembangkan permainan.
Persebaya semakin percaya diri. Jefferson da Silva menambah keunggulan melalui penyelesaian yang efektif. Situasi makin sulit bagi Arema saat Mikael Tata ikut mencatatkan namanya di papan skor. Rivera kembali mencetak gol keduanya, menutup laga dengan dominasi penuh Bajul Ijo.
Skor 0-4 tidak hanya mencerminkan hasil akhir, tetapi juga perbedaan performa di lapangan. Persebaya tampil lebih siap, lebih rapi, dan lebih tajam dalam memanfaatkan peluang. Sebaliknya, Arema terlihat kehilangan arah saat tekanan meningkat.
Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi Arema FC, terutama dalam laga sebesar derby Jawa Timur yang selalu menjadi sorotan. Di sisi lain, Persebaya menunjukkan konsistensi dan mental kuat, mempertegas posisinya sebagai tim yang lebih dominan dalam pertemuan kali ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com