Malang - Gelombang baru seni art toys kembali menghidupkan ruang kreatif di Kota Malang. Komunitas Lidos Toys bersama kolektif Pop Selebor menghadirkan pameran bertajuk Pop Angker, sebuah perayaan visual yang menggabungkan imajinasi, horor, dan eksplorasi artistik dalam satu ruang yang intim. Acara ini digelar pada 1 hingga 3 Mei 2026, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, bertempat di LOGE Bakery Coffee Space.
Pop Angker bukan sekadar pameran art toys. Ia menjadi ruang temu bagi 17 seniman dan kreator lintas gaya yang menghadirkan interpretasi unik terhadap tema horor. Nama-nama seperti BonorHoror, Mogo, Franiah Amanda, Wapuism, hingga Kunniklan membawa karakter visual yang beragam, dari yang gelap hingga yang jenaka. Setiap karya tampil sebagai bentuk ekspresi personal yang merespons rasa takut, misteri, dan cerita urban yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Tema horor dipilih bukan tanpa alasan. Dalam konteks masyarakat urban Indonesia, horor telah lama menjadi bahasa visual yang akrab. Namun di tangan para kreator ini, horor tidak hadir sebagai sesuatu yang menakutkan semata. Ia diolah menjadi medium yang segar, kadang absurd, kadang menghibur, namun tetap menyisakan rasa penasaran. Di sinilah Pop Angker menemukan kekuatannya, yaitu pada cara ia mengubah ketakutan menjadi pengalaman estetis yang bisa dinikmati bersama.
Atmosfer pameran semakin hidup dengan rangkaian program pendukung yang dirancang interaktif. Hari pertama dibuka dengan pertunjukan musik dari Yobis Siboy, Dunia Hitam Lelaki, dan One More Light, menghadirkan nuansa gelap yang menyatu dengan karya visual. Hari kedua menghadirkan program “Penghuni Kelas Berhantu” bersama Animasi UM, mengajak pengunjung datang dengan kostum horor dan terlibat langsung dalam sesi kreatif. Sementara hari terakhir ditutup dengan pemutaran film horor oleh Kolong Sinema, dilanjutkan sesi berbagi bersama komunitas yang membuka ruang diskusi dan refleksi.
Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana ekosistem kreatif di Malang terus bergerak dan saling terhubung. Dukungan dari berbagai pihak seperti LOGE, Roleplay Studio, hingga komunitas kreatif lain memperkuat posisi Pop Angker sebagai ruang kolaboratif, bukan sekadar event pameran.
Pop Angker menghadirkan pengalaman yang tidak biasa. Ia mengajak pengunjung masuk ke dunia di mana mainan bukan lagi sekadar objek, tetapi medium cerita. Dunia di mana horor tidak selalu gelap, tetapi bisa terasa dekat, akrab, dan bahkan menyenangkan. Untuk informasi lebih lanjut, publik dapat mengikuti perkembangan melalui media sosial Lidos Toysfest.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung