Malang - Atmosfer laga Persik Kediri melawan Arema FC musim ini dipastikan berbeda. Duel yang selalu menyedot perhatian publik itu tidak akan digelar di Stadion Brawijaya, markas kebanggaan Persik. Operator liga mengambil keputusan tegas. Pertandingan dipindah ke Stadion Gelora Joko Samudro, Kabupaten Gresik.
Laga dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 15.30 WIB. Sebelum keputusan final diambil, beberapa stadion sempat masuk dalam pertimbangan. Stadion Surajaya dan Manahan menjadi opsi, namun akhirnya Gresik yang dipilih sebagai titik temu.
Keputusan ini bukan tanpa dasar. Operator liga merilis Circular #52 pada 29 April 2025 sebagai dokumen resmi perubahan venue. Dalam surat tersebut, Deputy Director of Competition & Commercial ILeague, Takeyuki Oya, menandatangani persetujuan yang menegaskan pemindahan lokasi pertandingan.
Di balik keputusan ini, ada proses komunikasi yang cukup panjang. Ketua Panitia Pelaksana Persik Kediri, Tri Widodo, mengakui bahwa Stadion Gelora Joko Samudro sempat diragukan. Fasilitas Video Assistant Referee atau VAR menjadi kendala utama. Stadion tersebut awalnya belum siap mendukung teknologi tersebut.
Namun situasi berubah. Pihak liga memastikan kesiapan VAR untuk laga ini. Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Gresik dan aparat kepolisian setempat. Dengan kolaborasi ini, hambatan teknis bisa diatasi. Persik kini hanya tinggal menyelesaikan aspek administratif penggunaan stadion.
Rivalitas Persik dan Arema memang bukan cerita baru. Setiap pertemuan selalu membawa tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan. Faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pemindahan venue. Liga ingin memastikan pertandingan berjalan kondusif tanpa gangguan yang berpotensi merugikan banyak pihak.
Bagi suporter Persik, keputusan ini jelas meninggalkan rasa kecewa. Mereka kehilangan momen mendukung langsung tim di kandang sendiri saat menghadapi rival utama. Padahal, pada putaran pertama, laga di Stadion Kanjuruhan berjalan relatif aman.
Kini, Gresik menjadi saksi baru panasnya duel dua tim Jawa Timur ini. Tanpa Brawijaya, atmosfer mungkin berubah. Namun gengsi dan rivalitas tetap sama. Pertandingan ini tetap menjadi salah satu laga paling dinanti musim ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aremafc.com