Selasa, 30 JUNI 2026 • 23:28 WIB

40 Kelurahan di Kota Malang Masuk Kawasan Rawan Banjir, Ini Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Author

Banjir merendam kawasan Jalan Sukarno-Hatta, Kota Malang (Foto Istimewa)

Malang -  Hujan dengan intensitas tinggi masih menjadi ancaman bagi sejumlah wilayah di Kota Malang. Genangan hingga banjir kerap terjadi di berbagai titik, terutama di kawasan dataran rendah, permukiman padat penduduk, serta daerah yang berada di sekitar aliran sungai dan saluran drainase.

Data menunjukkan kawasan rawan banjir di Kota Malang tersebar di 40 dari total 57 kelurahan. Kondisi tersebut membuat sebagian wilayah harus menghadapi potensi genangan setiap kali curah hujan meningkat dalam waktu singkat.

Salah satu kawasan yang paling sering terdampak berada di Kecamatan Blimbing. Wilayah ini memiliki sejumlah titik yang telah lama dikenal sebagai langganan banjir, seperti Jalan Borobudur, Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalur utama penghubung Malang menuju Surabaya, Kelurahan Purwodadi khususnya Gang Sidomulyo, hingga Kelurahan Bunulrejo. Selain tingginya volume air hujan, kepadatan permukiman dan kapasitas drainase menjadi faktor yang memengaruhi munculnya genangan.

Di Kecamatan Lowokwaru, beberapa ruas jalan utama juga menjadi perhatian saat musim hujan. Jalan Soekarno Hatta atau yang lebih dikenal dengan kawasan Suhat, Jalan Kedawung, Jalan Cengger Ayam, serta Jalan LA Sucipto sering mengalami genangan yang berdampak pada kelancaran lalu lintas. Aktivitas masyarakat dan kendaraan di kawasan tersebut kerap terganggu ketika hujan turun dalam durasi cukup lama.

Sementara itu, Kecamatan Kedungkandang juga memiliki wilayah yang masuk kategori rawan banjir. Kawasan Lesanpuro menjadi salah satu lokasi yang paling sering terdampak, terutama di Gang 12 dan lingkungan sekitarnya. Air yang datang dengan cepat saat hujan deras membuat beberapa akses permukiman sulit dilalui sebelum genangan surut.

Potensi banjir juga ditemukan di Kecamatan Klojen. Meski dikenal sebagai pusat aktivitas Kota Malang, sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan permukiman padat yang berada di dekat aliran sungai tetap memiliki risiko mengalami genangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan perkotaan dengan sistem drainase yang padat tetap memerlukan pengelolaan air yang baik untuk mengurangi dampak banjir.

Di Kecamatan Sukun, wilayah yang berada di sekitar sungai maupun saluran drainase juga menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian. Ketika debit air meningkat akibat hujan deras, saluran yang tidak mampu menampung aliran air dapat meluap hingga memasuki jalan dan kawasan permukiman warga.

Selain wilayah-wilayah tersebut, kawasan Sawojajar dan Cengger Ayam juga termasuk titik yang sering dilaporkan mengalami genangan saat hujan deras mengguyur Kota Malang. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa potensi banjir tidak hanya terjadi di satu kawasan, tetapi tersebar di berbagai penjuru kota.

Sebaran kawasan rawan banjir di 40 kelurahan menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas drainase, normalisasi saluran air, serta menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tidak terhambat oleh sampah. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko banjir.

Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan rawan, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama ketika prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dengan mengenali titik-titik yang berisiko, masyarakat dapat mengantisipasi perjalanan maupun aktivitas sehari-hari agar dampak banjir dapat diminimalkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU