SMA Ar-Rohmah Putra Malang (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - SMA Ar-Rohmah Putra Islamic Boarding School Malang kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Pada tahun kelulusan 2024, sebanyak 93 persen santri berhasil diterima di perguruan tinggi unggulan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Capaian ini memperkuat posisi SMA Ar-Rohmah Putra sebagai salah satu pesantren modern dengan kualitas akademik yang kompetitif.
Para lulusan tidak hanya diterima di perguruan tinggi negeri ternama, tetapi juga pada program studi favorit yang dikenal memiliki persaingan ketat. Santri SMA Ar-Rohmah Putra memilih jurusan strategis sesuai kebutuhan masa depan. Di antaranya Kedokteran, Kedokteran Gigi, Teknik Sipil, Teknik Informatika, Farmasi, Sistem Informasi, Psikologi, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Desain Komunikasi Visual, hingga bidang teknologi seperti Robotika dan Kecerdasan Buatan. Ada pula santri yang memilih Kesehatan Masyarakat dan Optometri.
Universitas tujuan para lulusan tersebar di berbagai kampus bergengsi. Di dalam negeri, santri diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya. Sementara di luar negeri, salah satu kampus tujuan adalah Management and Science University di Malaysia.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Ar-Rohmah Putra, Ustadz Muhammad Jayadi, menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diraih para santri. Ia menilai capaian tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kedisiplinan santri serta konsistensi sekolah dalam memperkuat sistem pembelajaran akademik dan karakter.
Sekolah, kata Jayadi, terus melakukan pembinaan terarah sejak awal kelas. Pendampingan pemilihan jurusan, penguatan akademik, serta pembiasaan belajar mandiri menjadi bagian penting dari proses tersebut. Lingkungan pesantren juga membentuk mental santri agar siap menghadapi seleksi perguruan tinggi yang kompetitif.
Salah satu santri yang mencuri perhatian adalah Maghdan Irsyad Nugroho. Ia berhasil lolos ke Management and Science University Malaysia pada jurusan Optometri. Maghdan mengaku pengalaman belajar di pesantren membantunya lebih fokus dan terlatih menghadapi proses seleksi. Ia juga merasa lebih mantap menentukan pilihan studi ke luar negeri.
Prestasi lulusan SMA Ar-Rohmah Putra ini menjadi bukti bahwa santri pesantren mampu bersaing di level nasional dan internasional. Pesantren tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga melahirkan generasi yang siap melanjutkan pendidikan tinggi di kampus favorit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung