Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 24 APRIL 2026 • 12:25 WIB

Loro Pangkon, Simbol Moral dan Kejantanan dalam Tradisi Pernikahan Malang

Loro Pangkon, Simbol Moral dan Kejantanan dalam Tradisi Pernikahan MalangSalah Satu Tahapan Prosesi Adat (Antara News)

Malang - Di tengah modernisasi pesta pernikahan, sebagian masyarakat di Malang masih menjaga satu tradisi yang sarat makna, yaitu Loro Pangkon. Tradisi ini bukan sekadar pelengkap prosesi adat. Loro Pangkon membawa pesan moral, simbol kejantanan, dan jejak sejarah panjang yang diyakini berasal dari masa Kerajaan Majapahit.

Loro Pangkon hadir dalam prosesi pernikahan adat Jawa Timur. Dua orang pengawal berjalan mengiringi mempelai. Masing-masing membawa ayam jago. Posisi mereka berada di belakang atau samping pasangan pengantin. Sekilas terlihat sederhana. Namun setiap elemen dalam tradisi ini memiliki makna yang kuat.

Ayam jago menjadi simbol utama. Dalam budaya Jawa, ayam jago melambangkan kejantanan, keberanian, dan tanggung jawab laki-laki sebagai kepala keluarga. Kehadiran dua ayam jago menegaskan kesiapan mempelai pria dalam menjalankan peran tersebut. Ini bukan simbol kosong. Ini adalah pesan sosial yang disampaikan secara visual kepada masyarakat.

Loro Pangkon tidak dilakukan di semua pernikahan. Ada syarat yang cukup ketat. Tradisi ini hanya digelar jika kedua mempelai masih gadis dan perjaka. Syarat ini menjadikan Loro Pangkon sebagai simbol kesucian dan komitmen moral sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Dalam konteks sosial, ini menjadi bentuk validasi nilai yang dijunjung oleh keluarga dan lingkungan.

Menariknya, tradisi ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa Timur menyisipkan nilai edukasi dalam prosesi budaya. Tanpa ceramah panjang, pesan tentang tanggung jawab, kesucian, dan kesiapan hidup berumah tangga disampaikan lewat simbol dan tindakan.

Di era sekarang, banyak pasangan mulai meninggalkan detail-detail adat karena dianggap rumit atau tidak praktis. Namun Loro Pangkon justru menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia memberi identitas. Ia memberi cerita. Ia membuat pernikahan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga pernyataan nilai.

Bagi generasi muda, memahami tradisi seperti Loro Pangkon bisa menjadi cara untuk melihat kembali akar budaya sendiri. Bukan untuk sekadar dilestarikan, tetapi untuk dipahami maknanya. Karena di balik prosesi yang terlihat sederhana, ada narasi besar tentang bagaimana masyarakat memandang kehormatan, tanggung jawab, dan awal sebuah kehidupan baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Loro Pangkon, Simbol Moral dan Kejantanan dalam Tradisi Pernikahan Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!