Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 11:47 WIB

Menyusuri Pecinan Malang, Jejak Sejarah, Kelenteng Tertua, dan Surga Kuliner Legendaris

Menyusuri Pecinan Malang, Jejak Sejarah, Kelenteng Tertua, dan Surga Kuliner LegendarisDokumentasi Pecinan Tempo Dulu (Foto Istimewa)

Malang -  Di balik hiruk pikuk Kota Malang, terdapat sebuah kawasan yang menyimpan jejak sejarah panjang sekaligus menjadi ruang hidup bagi tradisi dan budaya yang terus bertahan hingga kini. Kawasan Pecinan Malang menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda. Bukan sekadar tempat berburu kuliner, tetapi juga lokasi untuk mengenal perjalanan masyarakat Tionghoa yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota selama hampir dua abad.

Kawasan Pecinan membentang di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jalan Kebalen, hingga Jalan R.E. Martadinata atau yang lebih dikenal sebagai Kotalama. Suasana kawasan ini masih memperlihatkan karakter kota lama dengan deretan bangunan berarsitektur klasik, ruko-ruko tua, serta lorong-lorong yang menyimpan banyak cerita tentang aktivitas perdagangan sejak masa kolonial.

Jantung kawasan Pecinan berada di Kelenteng Eng An Kiong yang berdiri megah di Jalan R.E. Martadinata Nomor 1. Kelenteng ini merupakan kelenteng tertua di Kota Malang yang dibangun pada tahun 1825. Hingga kini, Eng An Kiong masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah umat Tri Dharma yang meliputi Buddha, Konghucu, dan Tao. Selain memiliki fungsi religius, bangunan bersejarah ini juga telah menjadi salah satu cagar budaya yang memperkaya identitas Kota Malang.

Lokasinya yang tidak jauh dari Alun-Alun Kota Malang maupun Stasiun Malang membuat kelenteng ini mudah dijangkau wisatawan. Begitu memasuki kawasan tersebut, pengunjung akan disambut nuansa khas Pecinan melalui ornamen bernuansa merah, aroma dupa, serta detail arsitektur yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Pecinan Malang juga menjadi saksi perjalanan komunitas Tionghoa yang telah menetap sejak masa pemerintahan kolonial Belanda. Berbagai kelompok etnis Tionghoa, seperti Hokkian dan Hakka, pernah menjadikan kawasan ini sebagai pusat aktivitas perdagangan dan permukiman. Warisan tersebut masih dapat dilihat melalui bangunan-bangunan tua yang berdiri di sepanjang jalan, menghadirkan suasana yang seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

Tidak hanya menawarkan nilai sejarah, kawasan ini juga menjadi surga bagi pecinta kuliner. Koridor Pecinan yang terhubung hingga kawasan Jalan Kyai Tamin atau Kidul Pasar dipenuhi berbagai pilihan makanan legendaris yang telah bertahan selama puluhan tahun. Beragam hidangan Chinese food berpadu dengan cita rasa lokal, menghasilkan kekayaan kuliner hasil akulturasi budaya yang menjadi ciri khas kawasan ini.

Mulai dari sajian mi, bakpao, aneka jajanan tradisional, hingga makanan khas keluarga Tionghoa dapat ditemukan dengan mudah. Banyak di antaranya masih mempertahankan resep turun-temurun sehingga menghadirkan cita rasa autentik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Keunikan Pecinan Malang terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara sejarah, budaya, dan kehidupan modern. Aktivitas perdagangan tetap berjalan berdampingan dengan bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh. Tradisi keagamaan tetap berlangsung, sementara wisatawan terus berdatangan untuk menikmati suasana khas yang tidak dimiliki kawasan lain di Kota Malang.

Bagi siapa saja yang ingin mengenal Malang lebih dekat, kawasan Pecinan menawarkan pengalaman yang lengkap. Dalam satu perjalanan, pengunjung dapat menikmati wisata sejarah, mengagumi arsitektur berusia ratusan tahun, mengenal keberagaman budaya, sekaligus mencicipi kuliner legendaris yang menjadi bagian dari identitas kota. Kawasan ini menjadi bukti bahwa sejarah bukan hanya tersimpan di dalam buku, tetapi masih hidup dan terus berkembang di tengah denyut kehidupan masyarakat Malang hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menyusuri Pecinan Malang, Jejak Sejarah, Kelenteng Tertua, dan Surga Kuliner Legendaris

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!