Jumat, 24 APRIL 2026 • 12:37 WIB

Stadion Dipta Jadi Pusat Laga Panas, Derby Jatim Digelar Tanpa Suporter

Author

Pertandingane Persebaya vs Arema FC (aremafc.com)

Malang - Stadion Kapten I Wayan Dipta berubah jadi titik sibuk dalam sepekan terakhir. Jadwal padat BRI Super League dari pekan ke-28 hingga 30 membuat stadion kebanggaan Bali ini nyaris tanpa jeda.

Pekan sebelumnya, Bali United lebih dulu menggunakan stadion ini saat menghadapi Malut United. Lalu di pekan ke-29, giliran PSIM Yogyakarta yang “menumpang” untuk menjamu Persija Jakarta.

Memasuki pekan ke-30, Bali United kembali tampil. Mereka dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada Senin, 27 April 2026. Namun sorotan utama justru datang sehari setelahnya.

Arema FC dipastikan akan menghadapi Persebaya Surabaya dalam Derby Jawa Timur di stadion yang sama. Laga ini seharusnya digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang. Namun izin penggunaan tidak keluar.

Faktor keamanan menjadi alasan utama. Memori tragedi pada tahun 2022 masih membekas. Saat itu, lebih dari 130 orang meninggal dunia usai laga derby yang dimenangkan Persebaya. Situasi ini membuat pihak penyelenggara mengambil langkah lebih hati-hati.

Kepastian pemindahan venue disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Stadion Dipta, I Ketut Swantika. Ia memastikan laga tetap berjalan sesuai jadwal, namun tanpa kehadiran penonton.

Keputusan tanpa suporter jadi langkah tegas. Panpel ingin menekan risiko dan menjaga pertandingan tetap kondusif. Atmosfer derby yang biasanya panas akan terasa berbeda. Tidak ada sorak tribun, tidak ada tekanan langsung dari pendukung.

Bagi Arema FC, Stadion Dipta bukan tempat baru. Mereka pernah menggunakan stadion ini sebagai markas pada musim 2023/2024. Namun catatan mereka saat menghadapi Persebaya di stadion ini tidak memuaskan. Satu kali kalah dan satu kali imbang.

Rekor pertemuan juga tidak berpihak. Dalam sembilan laga terakhir di kompetisi domestik, Arema FC menelan enam kekalahan dan tiga hasil imbang dari Persebaya. Kemenangan terakhir terjadi pada 2018 dengan skor 1-0.

Performa Arema di Dipta musim ini juga belum meyakinkan. Saat menghadapi Bali United pada putaran pertama Januari lalu, mereka kalah tipis 1-0.

Situasi ini memberi tekanan tambahan bagi Arema FC. Mereka harus mematahkan tren buruk di tempat yang secara statistik tidak ramah. Di sisi lain, Persebaya datang dengan kepercayaan diri lebih baik dalam rekor pertemuan.

Jadwal padat, venue netral, dan laga tanpa penonton menciptakan dinamika baru. Derby Jatim kali ini tidak hanya soal rivalitas, tapi juga soal adaptasi dan mental bermain dalam kondisi yang tidak biasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aremafc.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU