Antrain Kopi Pagi Di Kota Batu (Foto Istimewa)
Batu - Udara dingin Kota Batu yang biasanya identik dengan suasana tenang pagi hari, kini berubah menjadi lebih hidup. Dalam beberapa bulan terakhir, budaya ngopi pagi sebelum matahari terbit mulai digandrungi anak muda. Mereka rela datang sejak dini hari, bahkan sebelum adzan subuh berkumandang, hanya untuk mendapatkan tempat terbaik menikmati secangkir kopi hangat ditemani panorama sunrise khas pegunungan Batu.
Fenomena ini mulai terlihat di sejumlah kedai kopi yang berada di kawasan perbukitan dan dataran tinggi Kota Batu. Area seperti Bumiaji, Songgoriti, hingga jalur menuju Payung kini ramai dipadati kendaraan roda dua maupun mobil sejak pukul empat pagi. Banyak pengunjung datang bersama teman, pasangan, bahkan komunitas kecil untuk menikmati suasana pagi yang dianggap lebih menenangkan dibanding nongkrong malam hari.
Menariknya, antrean panjang justru menjadi pemandangan biasa. Beberapa coffee shop bahkan harus membuka layanan lebih awal karena jumlah pengunjung terus meningkat setiap akhir pekan. Tidak sedikit pengunjung yang rela menunggu di luar kedai demi mendapatkan spot dengan pemandangan matahari terbit paling jelas.
Bagi anak muda, pengalaman menikmati kopi pagi di Kota Batu kini bukan sekadar soal minuman. Ada sensasi suasana yang dicari. Dinginnya udara pegunungan, langit yang perlahan berubah warna, aroma kopi yang baru diseduh, hingga momen matahari muncul dari balik perbukitan menjadi kombinasi yang dianggap memberikan ketenangan tersendiri.
Media sosial juga ikut mendorong tren ini semakin populer. Banyak pengunjung mengunggah momen sunrise sambil memegang cangkir kopi dengan latar kabut tipis khas Batu. Konten seperti ini cepat menarik perhatian dan memancing rasa penasaran anak muda lain untuk ikut merasakan pengalaman serupa.
Beberapa pelaku usaha kopi di Kota Batu mengaku tren tersebut membawa dampak positif bagi bisnis mereka. Jam operasional yang sebelumnya dimulai pukul tujuh pagi kini dimajukan menjadi pukul empat atau lima pagi. Bahkan ada kedai yang menyediakan menu khusus sarapan dini hari untuk menemani pengunjung menunggu sunrise.
Tidak sedikit pula pengunjung yang datang dari luar kota seperti Malang, Surabaya, hingga Pasuruan hanya untuk menikmati suasana pagi di Batu. Mereka menganggap pengalaman ngopi sambil berburu sunrise memiliki daya tarik berbeda dibanding nongkrong di perkotaan.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan perubahan gaya hidup anak muda yang mulai mencari pengalaman sederhana namun berkesan. Jika dulu nongkrong identik dengan malam hari dan musik keras, kini banyak yang justru memilih menikmati pagi dengan suasana tenang, udara segar, dan secangkir kopi hangat di tengah dinginnya Kota Batu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung